Proyek irigasi Komering Sumsel berpotensi airi lahan 124 ribu ha

id proyek irigasi komering,kementerian pupr,Jaringan irigasi baru

Jaringan Irigasi Komering, Sumsel. ANTARA/Dokumentasi Kementerian PUPR

Jakarta (ANTARA) - Proyek irigasi Komering, Sumatera Selatan, yang dikembangkan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berpotensi mengairi lahan seluas 124.000 hektare di Sumatera Selatan dan Lampung.

"Pembangunan bendungan, embung, jaringan irigasi baru dan rehabilitasi jaringan irigasi eksisting bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Basuki, program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan salah satu program yang targetnya akan tercapai selain sejumlah program antara lain pemeliharaan jalan nasional, pembangunan jalan baru, jalan tol, dan waduk.

Terkait jaringan irigasi Komering, berdasarkan data Kementerian PUPR, luas irigasi terbagi di Provinsi Sumsel seluas 74.000 ha di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Propinsi Lampung seluas 50.000 ha terletak di Kabupaten Way Kanan dan Tulang Bawang.

Pada 2016-2019, Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan Jaringan Irigasi Utama Bahuga D.I Komering bagian hilir di Kabupaten OKU Timur dengan luas 6.853 ha. Pekerjaan dibagi menjadi dua paket yakni Paket I seluas 3.741 ha dan Paket II seluas 3.112 ha.

Lingkup pekerjaan di Paket I antara lain pembangunan saluran sekunder 15,05 km dan subsekunder 14,17 km. Konstruksi dilakukan oleh PT Wijaya Karya dan PT Tri Bhakti dengan anggaran Rp288 miliar dan progres fisiknya sudah mencapai 94,7 persen.

Pada Paket II dikerjakan pembangunan saluran sekunder 14,21 km dan saluran subsekunder 30,17 km. Konstruksi dilakukan oleh PT Adhi Karya dan PT Punggur dengan anggaran Rp301 miliar dan progres konstruksi mencapai 90 persen.

Sedangkan pada setiap paket juga dibangun bangunan pelengkap seperti bangunan bagi, sadap, ukur, pelimpah dan penguras, jembatan desa, gorong-gorong, bangunan terjun dan bangunan akhir.

"Pembangunan Daerah Irigasi Komering dilakukan bertahap dengan mengembangkan subdaerah irigasinya sejak tahun 1990. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup dan standar hidup petani melalui peningkatan areal tanaman dan produksi pertanian," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Ditjen Sumber Daya Air Birendrajana.

Sumber daya air yang dimanfaatkan berasal dari Danau Ranau yang merupakan danau alam dengan kapasitas sebesar 254 juta meter kubik. Sementara tantangan yang dihadapi dalam pengaturan irigasi adalah pada musim kemarau debit air Sungai Komering yang masuk ke saluran irigasi sangat kecil.

Bila musim hujan, maka elevasi Sungai Komering naik mengakibatkan debit air Sungai Komering yang masuk ke saluran relatif cukup besar dan membawa cukup banyak kandungan lumpur yang mengendap di saluran.

Dalam periode 2015-2018, Kementerian PUPR telah membangun 865.393 ha jaringan irigasi dari target satu juta ha jaringan irigasi baru. Pada akhir 2019 ditargetkan tambahan 139.410 ha jaringan irigasi sehingga total jaringan irigasi terbangun dari 2015-2019 seluas 1.004.803 ha.

Baca juga: PUPR sebut lahan pertanian beririgasi teknis tak terdampak kekeringan
Baca juga: Pembangunan Bendungan Rotiklot NTT agar diikuti jaringan irigasi
Baca juga: Menteri PUPR: Bendungan Gondang jaga pasokan irigasi ke sawah

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar