PUPR: Lanjutkan semangat Bung Hatta wujudkan perumahan rakyat

id kementerian pupr,bung hatta,perumahan rakyat,sejuta rumah

Sekjen Kementerian PUPR Anita Firmanti (tengah), didampingi Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid (kanan), bersama-sama cucu dari Bung Hatta, Muhammad Athar usai melakukan peletakan karangan bunga di makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (15/8/2019). (Dokumentasi Kementerian PUPR)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, berbagai pihak perlu untuk melanjutkan semangat proklamator Wakil Presiden Mohammad Hatta dalam mewujudkan cita-citanya memenuhi kebutuhan perumahan rakyat.

"Semangat juang Bung Hatta dalam penyelenggaraan perumahan di Indonesia terus kita lanjutkan. Keluarga besar Kementerian PUPR dan pemangku kepentingan bidang perumahan menyampaikan penghargaan dan terimakasih atas sumbangsih pemikiran Bung Hatta yang menjadi penyemangat bagi Kementerian PUPR yang mendapatkan amanah dalam penyelenggaraan perumahan di Indonesia," kata Sekjen Kementerian PUPR Anita Firmanti dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Sekjen PUPR mengemukakan hal tersebut saat didampingi Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dan cucu dari Bung Hatta Muhammad Athar usai melakukan peletakan karangan bunga di makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (15/8).

Sedangkan ucapan Bung Hatta terkait cita-cita terselenggaranya kebutuhan perumahan rakyat diucapkan pada peristiwa Kongres Perumahan Rakyat Sehat di Bandung, 25 Agustus 1950, yang kini juga diperingati sebagai Hari Perumahan Nasional (Hapernas).

Selain melaksanakan kegiatan ziarah ke makam Bung Hatta, sejumlah pejabat Kementerian PUPR juga melakukan ziarah ke makam Cosmas Batubara di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.

Anita menambahkan, perjuangan Bung Hatta dan Cosmas Batubara yang mengupayakan kesejahteraan rakyat melalui pemikiran di bidang perumahan merupakan suri teladan bagi generasi penerus dalam penyelenggaraan penyediaan perumahan.

Hal itu, ujar dia, karena kebutuhan rumah yang tinggi dengan angka backlog atau kekurangan jumlah perumahan sebanyak 7,6 juta unit, dan tambahan kebutuhan rumah per tahun mencapai 500-600 ribu unit menjadi tantangan Pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Pemerintah berupaya melalui Program Sejuta Rumah pada periode 2015-2019 dengan target sebanyak 5 juta unit. Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015, secara bertahap capaian Program Sejuta Rumah terus meningkat dari 904.758 unit di tahun 2015 menjadi 1.132.621 juta unit pada tahun 2018.

Secara keseluruhan selama periode 2015-2018 telah terbangun 3.542.318 unit rumah dengan komposisi 70 persen rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30 persen rumah non MBR. Pada tahun 2019, target Program Sejuta Rumah lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yakni sebanyak 1,25 juta rumah.

"Capaian program Sejuta Rumah tahun 2019 hingga 5 Agustus 2019 mencapai angka 735.547 unit. Jadi kita punya target tahun 2019 lebih besar untuk mendongkrak kekurangan dari total akumulatif menjadi 5 juta unit. Kita bisa capai kurang lebih 4,79 juta atau 94 persen dari total target. Jadi kurangnya tidak terlalu banyak. Sektor perumahan juga cukup tinggi sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Dirjen Penyediaan Perumahan PUPR Khalawi A. Hamid.

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar