Pengamat sebut pidato Jokowi menyangkut pentingnya menjaga persatuan

id Pengamat politik, Adi Prayitno, pidato Presiden Jokowi, Sidang Tahunan MPR, menjaga persatuan

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik dari Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebutkan secara umum pidato Presiden Joko Widodo dalam sidang Tahunan MPR merupakan pidato politik kebangsaan.

"Pidato politik kebangsaan ini menyangkut pentingnya menjaga persatuan sebagai modal politik membangun Indonesia menyongsong persaingan global," kata Adi, di Jakarta, Jumat.

Menurut Dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta ini pernyataan Presiden Jokowi soal menjaga persatuan harus didukung oleh komponen bangsa agar masyarakat Indonesia tidak terpecah belah.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan semangat persatuan harus terus dijaga dengan menjunjung Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta tanpa memandang perbedaan yang ada di tengah masyarakat.

"Saya yakin, seyakin-yakinnya, persatuan Indonesia akan selalu sentosa. Seperti kiambang-kiambang yang bertaut kembali, setelah biduk pembelah berlalu. Saya yakin, seyakin-yakinnya, dengan berpegang teguh pada semangat persatuan Indonesia, maka rumah besar kita tidak akan runtuh, tidak akan ambruk, dan tidak akan punah, tetapi justru berdiri tegak. Bukan hanya untuk 100 tahun, 500 tahun, tapi untuk selama-lamanya," kata Presiden Joko Widodo di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2019 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan Jakarta, Jumat.

Jokowi mengatakan dengan merayakan 74 tahun Indonesia merdeka, maka menunjukkan di tengah berbagai tantangan dan terpaan badai sejarah, Indonesia sebagai rumah besar bersama tetap berdiri kokoh dan bersatu.

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia dapat berdiri kokoh karena memiliki fondasi yang sangat kuat, yaitu Pancasila. Pancasila adalah dasar negara, bintang penjuru, sekaligus pemersatu segenap bangsa Indonesia.

"Di rumah Pancasila ini, kita hidup rukun tanpa dibeda-bedakan latar belakang agama, asal usul suku, perbedaan ras, maupun golongan," kata Presiden.

Rumah besar Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk semua, ruang hidup bagi seluruh anak bangsa, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

"Dalam rumah besar ini, semua anak bangsa bisa berkarya, bisa bergerak, dan bisa berjuang untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita kita bersama," ujarnya.

Jokowi menuturkan perbedaan juga bukanlah penghalang bagi bangsa Indonesia untuk bersatu. Dalam persatuan, terdapat energi besar untuk menggerakkan seluruh tenaga, pikiran dan tetesan keringat untuk kemajuan Indonesia.

"Dalam persatuan itulah, kita menemukan solidaritas, kepedulian, dan semangat berbagi antarsesama anak bangsa," ujarnya.

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar