Anak perempuan migran meninggal akibat udara panas di gurun Arizona

id Anak migran,India,Arizona

Citra suhu permukaan daratan saat gelombang panas mematikan melanda Pakistan yang ditangkap Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Terra milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada 18 Mei 2007. (NASA/Jesse Allen ) (-)

Arizona (ANTARA) - Seorang anak perempuan dari India, yang berusia enam tahun, meninggal akibat sengatan udara panas di satu gurun Arizona, setelah ibunya meninggalkannya  bersama migran lain untuk mencari air, kata seorang petugas medis, Jumat.

Anak perempuan itu, Gurupreet Kaur, tak lama lagi akan merayakan ulang tahun ketujuh, ditemukan oleh Patroli Perbatasan AS di sebelah barat Lukeville, Arizona, Rabu (12/6). Ketika itu temperatur mencapai 42 derajat Celsius, kata personel Patroli Perbatasan AS dan Kantor Pemeriksa Medis Pima County (PCOME).

Kematian anak perempuan itu, kematian anak migran kedua yang dicatat tahun ini di gurun Arizona Selatan, menyoroti bahaya udara musim panas saat lonjakan keluarga migran, terutama dari Amerika Tengah, yang menyeberangi perbatasan Meksiko-AS untuk mencari suaka terjadi.

Jumlah warga negara India yang memasuki Amerika Serikat dari Mexico bertambah, kata para pejabat imigrasi, sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam. Mereka termasuk dalam ribuan migran Afrika dan Asia yang melakukan perjalanan berbahaya, yang dipelopori oleh kartel penyelundup manusia.

Anak perempuan itu dan ibunya termasuk dalam sekelompok lima warga negara India yang diturunkan oleh penyelundup di daerah perbatasan terpencil pada pukul 10.00 waktu setempat Selasa, 27 kilometer di sebelah barat Lukeville, kota kecil di perbatasan AS yang berada 80 kilometer di sebelah barat-daya Tucson.

Setelah melakukan perjalanan, ibu anak perempuan tersebut dan seorang perempuan lain mencari air, dan meninggalkan putri mereka bersama seorang perempuan lain dan anaknya.

"Segera setelah pergi pergi untuk mencari air, mereka tak pernah melihat mereka lagi," kata petugas Patroli Perbatasan AS Jesus Vasavilbaso.

Ibu anak perempuan itu dan seorang perempuan lain berjalan di gurun liar Sonoran selama 22 jam sebelum ditemukan oleh petugas Patroli Perbatasan AS yang melacak jejak kaki mereka.

Empat jam kemudian, petugas Patroli Perbatasan menemukan mayat anak perempuan tersebut 1,6 kilometer dari perbatasan.

Sumber: Reuters
Baca juga: Kakek dipenjara enam bulan karena tinggalkan cucu di gurun

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar