Kelompok teror YPG/PKK usir 500 anggota Arabnya di Suriah

id YPG/PKK,Pecat 500 orang Arab,Suriah

Ilustrasi: Seorang petempur YPG/PKK (Anadolu Agency)

Ankara (ANTARA) - Organisasi teror YPG/PKK di Kabupaten Tel Rifat di Suriah Utara mengusir 500 orang Arab dari organisasi mereka karena menolak untuk berperang buat kelompok SDG, kata beberapa sumber lokal pada Sabtu (18/5).

SDG adalah kependekan dari Syria Democratic Forces, kelompok yang terdiri atas petempur Kurdi dan Arab yang memerangi Da'esh (ISIS). YPG adalah sayap militer PYD, organisasi yang berafiliasi kepada organisasi PKK di Turki.

Menurut beberapa sumber lokal, kelompok tersebut juga menyita senjata dari orang-orang Arab itu, yang tak bisa mereka yakinkan agar berperang di Tel Rifat dan daerah sekitarnya.

Kelompok YPG/PKK menggunakan singkatan SDG sebagai kedok untuk menerima dukungan AS, kata Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam. Kelompok itu telah menduduki 28 persen wilayah Suriah.

Sumber tersebut juga mengatakan YPG/PKK memecat orang Arab dari kelompok itu untuk mengancam anggota Arab lain.

Pada Sabtu pagi, sebagian anggota YPG/PKK berusaha menyusup ke dalam Daerah Jibrin dan Kafr Kashir di Kabupaten Azaz di Suriah Selatan, yang dikuasai oleh petempur Tentara Suriah Bebas (FSA) --yang didukung Turki.

Lima petempur FSA tewas dalam bentrokan yang meletus selama upaya penyusupan itu, kata satu sumber lain, yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

Selain itu, pelaku teror membakar lahan pertanian di Daerah Abia dan Hazvan di Kabupaten Al-Bab, yang dikuasai FSA, pada Jumat malam.

Dalam aksi teror lebih dari 30 tahun melawan Turki, PKK --yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa-- telah bertanggung-jawab atas kematian sebanyak 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak kecil. YPG adalah cabang PKK di Suriah.

Baca juga: 20 anggota YPG/PKK tewas dalam pemboman di Raqqah
Baca juga: Sumber: AS lakukan pengiriman buat YPG/PKK di Suriah Timur


Sumber: Anadolu Agency

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar