Korea Utara kecam AS karena paksakan sanksi

id AS,korut,sanksi,nuklir

Terowongan ketiga lokasi uji nuklir Punggye-ri sebelum diledakkan saat proses pembongkaran di Punggye-ri, provinsi Hamgyong Utara, Korea Utara, Kamis (24/5/2018). (News1/Pool via REUTER)

Seoul/Washington (ANTARA News) -  Korea Utara, Kamis, menuding Amerika Serikat mendesakkan sanksi internasional walaupun Pyongyang memperlihatkan iktikad baik.

Korut juga mengatakan bahwa kemajuan pelaksanaan janji tentang pelucutan senjata nuklir tidak bisa diharapkan terjadi kalau Washington terus mengikuti tindakan lama.

Juru bicara kementerian luar negeri mengatakan dalam pernyataan, yang dimuat di kantor berita kelolaan negara, KCNA, bahwa Korea Utara masih berkeinginan menerapkan kesepakatan, yang dibuat pada pertemuan puncak bersejarah 12 Juni di Singapura antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Kedua pihak menyatakan tekad bekerja sama menuju pelucutan senjata nuklir tapi selama ini bergelut untuk menjalankan tujuan itu. Amerika Serikat bersikeras bahwa tekanan berupa sanksi harus tetap diterapkan selama perundingan.

Pernyataan Korea Utara itu muncul setelah sejumlah diplomat Amerika menekankan bahwa Pyongyang perlu mengambil langkah-langkah tambahan untuk mewujudkan perlucutan senjata.

Kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan, Kamis, pihaknya sudah berhenti melakukan uji coba peluru kendali dan membongkar lapangan uji coba nuklir. Tapi, kata kementerian, Amerika Serikat masih bersikeras soal "perlucutan senjata nuklir dahulu."

Korut juga mengingatkan soal pemulangan jenazah tentara-tentara AS yang terbunuh dalam perang Korea 1950-1953, yang dikatakannya merupakan bukti itikad baik untuk meruntuhkan kecurigaan antara kedua negara.

"Tapi, AS menanggapi harapan kami itu dengan menghasut agar dunia internasional menjatuhkan sanksi dan menekan DPRK," kata Korut mengacu pada nama resmi negara itu seperti dilaporkan kantor berita KCNA yang dikutip Reuters.

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Korea Utara juga menuduh beberapa pejabat tinggi AS "bertindak tidak sesuai dengan maksud Presiden Trump" dengan "membuat tuduhan-tuduhan tak berdasar terhadap kami dan berusaha keras meningkatkan sanksi dan tekanan internasional."

Pada Rabu, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan Amerika Serikat "tidak mau menunggu terlalu lama" untuk melihat Korea Utara menjalankan langkah menuju pelucutan senjata nuklir.

Baca juga: PBB: Korut belum hentikan program nuklir, peluru kendali

Penerjemah : Tia Mutiasari/Boyke Soekapdjo

Pewarta : antara
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar