Trump bantah akan pindah kedutaan ke Yerusalem dalam setahun

id pemindahan kedutaan as,status yerusalem,donald trump,kebijakan trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washinton DC, Kamis (11/1/2018). (REUTERS)

Washington (ANTARA News) - Presiden Donald Trump membantah bahwa pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel ke Yerusalem direncanakan berlangsung dalam satu tahun setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dia mengharapkan tindakan kontroversial tersebut akan dilakukan dalam waktu itu.

Trump pada awal Desember tahun lalu membalikkan kebijakan puluhan tahun Amerika Serikat dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan merencanakan proses pemindahan kedutaan besarnya dari Tel Aviv, melukai upaya perdamaian Timur Tengah serta membuat marah dunia Arab dan sekutu baratnya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mengatakan bulan lalu pemindahan kedutaan besar "mungkin tidak lebih awal dari tiga tahun, dan itu cukup ambisius", satu kerangka waktu yang ditetapkan para pejabat pemerintahan untuk penyediaan logistik dan pengamanan lokasi serta pengaturan perumahan untuk para diplomat.

Netanyahu, menurut reporter Israel yang melakukan perjalanan ke India bersama dia, pada Rabu mengatakan bahwa menurut penilaian solidnya, pemindahan kedutaan besar itu akan "lebih cepat dari yang kau pikirkan--dalam setahun dari sekarang."

Ketika ditanya mengenai komentar Netanyahu dalam wawancara dengan Reuters, Trump mengatakan bahwa faktanya tidak demikian.

"Sampai akhir tahun? Kami bicara tentang skenario yang berbeda - maksud saya jelas bahwa itu akan bersifat sementara. Kami tidak benar-benar melihat ke arah itu. Tidak begitu."

Yerusalem adalah rumah bagi tempat suci umat Islam, Nasrani dan Yahudi. Palestina menginginkan Yerusalem Timur, yang direbut Israel dalam Perang Arab-Israel 1967 dan kemudian dicaplok dalam gerakan yang tidak diakui masyarakat internasional, sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Trump, yang memutuskan untuk memindahkan kedutaan ke Yerusalam untuk memenuhi janji kampanye, mengatakan bahwa itu akan menjadi "kedutaan indah tapi bukan yang berbiaya 1,2 miliar dolar AS" merujuk pada apa yang dia katakan mengenai biaya kedutaan besar Amerika Serikat di London.

Trump pekan lalu membatalkan perjalanan ke London untuk membuka misi diplomatik yang baru, menyalahkan pendahulunya di Gedung Putih, Barack Obama, karena menjual yang lama demi "kacang" dalam kesepakatan yang buruk.

Dia mengakui pemindahan kedutaan besar di Inggris disetujui pada masa pemerintahan Presiden George W. Bush namun mengatakan bahwa itu dibangun pada masa Obama dan "hasilnya sangat melampaui anggaran."


Pewarta : -
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar