Ratusan migran diselamatkan dari kapal kayu di lepas pantai Tunisia

id migran,mediterania, tunisia

Para migran di perahu karet terfoto saat operasi penyelamatan di lepas pantai Libya di Laut Mediterania, Jumat (13/11/2020). Foto diambil tanggal 13 November 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/STRINGER/hp/cfo

Mediterania (ANTARA) - Dua kapal penyelamat kemanusiaan menarik 394 migran dari sebuah kapal kayu yang sangat penuh sesak di Mediterania pada Minggu malam dalam operasi yang berlangsung sekitar enam jam, kata seorang saksi mata Reuters.

Kapal LSM Jerman dan Prancis Sea-Watch 3 dan Ocean Viking menyelamatkan para migran di perairan Tunisia 68 km dari pantai Afrika Utara, dekat fasilitas minyak dan kapal lainnya.

Sea-Watch 3, yang mengambil alih komando operasi, mengangkut 141 orang yang selamat sementara Ocean Viking manyelamatkan sisanya. Kapal pesiar Nadir, dari LSM Jerman Kapal ResQ, kemudian memberikan dukungan.

Tidak jelas apakah ada kematian atau cedera di antara para migran yang berada di perahu kayu, yang dijejali para migran di dek dan di dalam lambung kapal.

Perahu itu mulai kemasukan air dan mesinnya mati, kata saksi mata itu.

Baca juga: Turki tahan 200 migran Afghanistan

Keberangkatan kapal migran dari Libya dan Tunisia ke Italia dan bagian lain Eropa telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena kondisi cuaca membaik.

Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi yang berafiliasi dengan PBB, lebih dari 1.100 orang yang melarikan diri dari konflik dan kemiskinan di Afrika dan Timur Tengah telah tewas tahun ini di Mediterania.

Banyak migran dalam penyelamatan terakhir ini terlihat melompat dari kapal dan mencoba berenang ke Sea-Watch 3, kata saksi mata Reuters.

Para migran itu sebagian besar laki-laki dari Maroko, Bangladesh, Mesir dan Suriah.

Sumber: Reuters

Baca juga: Iran bantah terlibat serangan ke kapal tanker Israel

Baca juga: Presiden Tunisia didesak segera kembali ke jalur demokrasi

Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar