Kemlu RI dorong kerja sama pulihkan sektor pariwisata

id Kemlu, Pariwisata, Kerja Sama

Tangkapan layar - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Mahendra Siregar berbicara dalam webinar Peluncuran Nota Kesepahaman BPPK, Kemlu dan Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis (29/7/2021). ANTARA/Katriana/am.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong sejumlah kerja sama, terutama dengan negara-negara di kawasan Amerika, untuk memulihkan dan membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

"Pesan dari WTO bahwa Bali saat itu sudah jauh lebih siap harus kita catat dan perbaiki, bukan berpuas diri dan sekarang menjadi lengah dan tidak siap," kata Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) Mahendra Siregar dalam webinar Peluncuran Nota Kesepahaman BPPK, Kemlu dan Universitas Indonesia, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah dan lembaga pendidikan tersebut juga merupakan salah satu bentuk kerja sama dan kolaborasi untuk terus memperkaya hasil pemikiran, gagasan dan riset yang semakin relevan, terutama dalam konteks kepariwisataan.

Pandemi COVID-19 yang telah hampir dua tahun mendera Indonesia tidak hanya memperpuruk kesehatan masyarakat tetapi juga perekonomian. Di sektor ekonomi, pariwisata juga menjadi salah satu sektor yang terkena dampak paling dalam, terutama kesejahteraan sosial dan kemajuan di kawasan-kawasan tertentu yang pendapatan utama dan lapangan pekerjaannya didominasi oleh sektor pariwisata.

Baca juga: Korsel berkontribusi gerakkan pariwisata Indonesia

Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak sangat perlu diupayakan guna memulihkan dan kembali membangkitkan sektor tersebut.

Dalam upaya mencapai pemulihan itu, Siregar mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Madrid mendorong kerja sama yang baik dengan WTO Tourism yang bermarkas di Madrid untuk upaya pemulihan sektor pariwisata Indonesia.

Kemlu juga melakukan langkah-langkah kreativitas untuk mencari cara untuk menghubungkan pasar dan tujuan pariwisata.

"Yang kita contoh dari apa yang disebut dengan travel corridor arangement untuk kalangan bisnis. Kita buat satu jalur khusus yang disebut dengan travel buble. Kita mulai dengan tiga pilot, yaitu di Batam, Bintan dan Bali," katanya.

Baca juga: Indonesia promosi wisata di Hong Kong meski berstatus A1 COVID-19

Kemudian, Kemlu juga mendorong penyempurnaan di tingkat nasional terhadap sistem aplikasi yang menyatukan dan mengintegrasikan beberapa aplikasi yang ada, termasuk Peduli Lindungi, Indonesia Health Alert Card (eHAC) dan juga surat bukti vaksinasi sehingga menjadi satu super apps dan benar-benar efektif memantau potensi penularan COVID-19 sekaligus menjadi instrumen tracing bagi kegiatan pariwisata.

"Kita juga mendorong kerja sama khusus dengan international Airlines untuk melihat kesiapan mereka sekiranya setiap saat Bali diumumkan terbuka dan masuk lagi international direct flights," kata Siregar lebih lanjut.

Terkait dengan sektor pariwisata di Bali, secara khusus Kemlu juga mendorong kerja sama yang baik, efektif dan produktif antara rumah mode Dior dengan perajin di pulau tersebut.

"Intinya apa yang bisa kita tangkap, kita tahan, kita kembangkan dan kita perkuat. Jangan hilang lagi," demikian kata Wamenlu.

Baca juga: Kemlu janjikan 25 dubes akan hadiri Festival Bahari Kepri
Baca juga: Menparekraf ajak diaspora Indonesia di Qatar promosikan pariwisata

Pewarta : Katriana
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar