Bank sentral Belanda selidiki perannya dalam jual beli budak

id bank sentral Belanda,DNB jual beli budak,peran bank sentral dalam jual beli budak,kolonialisme Belanda,penjajahan belanda,jual beli budak belanda,DNB,

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Senat Gerard Larcher meletakkan karangan bunga saat upacara di Luxembourg Garden untuk memperingati penghapusan perbudakan dan memberikan penghormatan kepada korban perdagangan budak, di Paris, Prancis, Jumat (10/5/2019). (REUTERS/PHILIPPE WOJAZER)

Amsterdam (ANTARA) - Bank sentral Belanda (DNB) pada Jumat akan menyelidiki perannya dalam jual beli budak pada abad ke-19.

DNB, yang mengikuti jejak bank sentral Inggris Bank of England, akan meminta bantuan sejumlah peneliti independen untuk menjelaskan hubungan DNB terhadap aktivitas perdagangan budak pada masa itu.

"Penyelidikan ini akan mempelajari peran DNB sebagai sebuah institusi pada tahun-tahun pertamanya setelah terbentuk, serta peran kepala bank sentral dan anggota dewan pada periode tersebut," kata DNB melalui pernyataan tertulis.

DNB, yang didirikan pada 1814 oleh Raja Willem I, menyatakan akan memutuskan langkah selanjutnya setelah penyelidikan itu rampung.

Baca juga: Massa aksi anti rasisme di Inggris robohkan patung pedagang budak

Baca juga: Ribuan warga AS pawai "Juneteenth" peringati penghapusan perbudakan

Orang-orang Belanda berperan besar dalam kegiatan jual beli budak di dunia sejak abad ke-17 sampai pemerintah Belanda menghapus perbudakan pada 1863.

Dutch West India Company, perusahaan dagang berpengaruh di Belanda, mengoperasikan sejumlah kapal yang diperkirakan membawa 500.000 budak untuk dijual pada abad ke-17 dan abad ke-18.

Sementara itu, Bank of England pada bulan lalu mengatakan akan mencopot sejumlah foto gubernur atau direktur bank sentral yang terlibat kegiatan jual beli budak. Bank sentral Inggris itu telah berdiri sejak 325 tahun lalu.

Sumber: Reuters

Baca juga: Seorang perempuan dipaksa jadi budak selama 16 tahun di Brazil

Baca juga: Pria Venezuela didakwa atas perbudakan seks tawananya selama 31 tahun

Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar