Trump ulangi sumpah kalahkan "kiri radikal" dalam pidato kemerdekaan

id Trump,Biden,pidato kemerdekaan

Jet tempur terbang di udara saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ibu negara Melania Trump menghadiri perayaan kembang api Hari Kemerdekaan AS, di Mt Rushmore, Keystone, Dakota Selatan, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2020). REUTERS/Tom Brenner/hp/djo (REUTERS/TOM BRENNER)

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu bersumpah untuk mengalahkan kelompok "kiri radikal" dalam pidato Hari Kemerdekaan di Gedung Putih, seraya mengutuk usaha akhir-akhir ini memindahkan atau memikirkan kembali monumen-monumen bagi tokoh-tokoh bersejarah sebagai usaha menghancurkan AS.

Trump mendaku tanpa bukti bahwa 99 persen kasus di AS "sepenuhnya tak berbahaya". Nyatanya, banyak negara bagian AS mencatat jumlah tertinggi kasus baru COVID-19. Di Texas saja, 7.890 pasien dirawat di rumah sakit setelah 238 pasien baru masuk rumah sakit dalam 24 jam terakhir.

Saat kritik meningkat atas caranya menangani pandemi, Trump mengatakan China harus "bertanggung jawab" karena gagal menahan penyebaran penyakit itu.

Para pemrotes damai mengimbau kesamaan rasial hanya beberapa langkah dari tempat Trump berbicara di Washington D.C., mengerumuni jalan-jalan yang diblokade sekitar Gedung Putih, plaza Black Lives Matter dan monumen peringatan Lincoln.

Jutaan warga Amerika berunjuk rasa menentang kebengisan polisi dan kesenjangan rasial sejak pembantaian George Floyd, pria 46 tahun berkulit hitam oleh petugas polisi berkulit putih. Untuk mencapai perubahan kepolisian di beberapa kota, beberapa pengunjuk rasa menyingkirkan patung-patung tokoh Konfederasi dan simbol-simbol lain warisan perbudakan di Amerika.

"Selalu ada orang-orang yang berusaha berdusta atas masa silam untuk mendapatkan kekuasaan saat ini, mereka yang sedang berbohong mengenai sejarah kita, mereka yang menginginkan kita malu tentang siapa kita sebenarnya," kata Trump Sabtu. "Tujuan mereka adalah menghancurkan."

Pernyataan Empat Juli Trump mengulangi pidatonya pada Jumat malam di Bukit Rushmore di Dakota Selatan tempat dia mengutuk "massa yang marah" yang berusaha menghapus sejarah dan memanfaatkan pidato itu untuk melukiskan dirinya sebagai benteng melawan ekstremisme sayap kiri.

Joe Biden, pesaing Trump dari Demokrat dalam pemilu November, menulis sebuah artikel opini Empat Juli yang menyatakan pernyataan bertolak belakang dengan presiden dari Republik itu dan menuduhnya mencari setiap hari "cara-cara baru menodai dan memereteli demokrasi kita."

Dalam sepucuk surat terpisah kepada para penyumbang, Biden mengatakan, "Kita punya kesempatan sekarang untuk memberikan saham sepenuhnya tentang mimpi Amerika kepada kelompok yang terpinggirkan, tergusur, terasingkan dan tertindas."

Trump, dalam pidatonya pada Hari Sabtu, juga mengatakan AS akan memiliki satu vaksin atau solusi penyembuhan melawan virus "jauh sebelum" akhir 2020.

Pada Kamis pejabat utama kesehatan AS mengatakan dia optimistis bahwa program percepatan vaksin pemerintahan Trump akan menghasilkan satu vaksin yang efektif dan aman untuk COVID-19 sebelum akhir tahun.

Pidato Sabtu di Gedung Putih disemarakkan pertunjukan udara jet tempur dan kembang api di atas Mal Nasional. Wali kota Washington Muriel Bowser berusaha mencegah pertunjukan itu karena bertentangan dengan pedoman resmi kesehatan selama pandemi.

Reuters

Baca juga: Trump tuding pengunjuk rasa berupaya menghapus sejarah AS

Baca juga: Kendati dikritik, Trump rayakan Hari Kemerdekaan AS di Gunung Rushmore

Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar