COVID-19 merebak di Korsel, KBRI tingkatkan upaya perlindungan WNI

id virus corona,covid 19,kbri seoul,korea selatan,korsel

Suasana terminal utama Kota Gwangju, di area tunggu bus menuju Daegu, tempat pusat penyebaran virus corona di Korea Selatan, pada Minggu (23/2/2020). ANTARA/GM Nur Lintang/aa.

Jakarta (ANTARA) - KBRI Seoul meningkatkan upaya perlindungan WNI di Korea Selatan yang berjumlah 37.043 orang, dalam menghadapi wabah virus corona atau COVID-19 yang merebak di negara itu, demikian dinyatakan KBRI di situsnya, Selasa.

Lonjakan jumlah orang yang terpapar virus tersebut membuat sebagian masyarakat ikut panik, terutama setelah pemerintah Korsel meningkatkan status kewaspadaan menjadi red alert dan menetapkan wilayah Daegu dan Gyeongsangbuk-do sebagai zona perawatan khusus karena lonjakan angka tersebut.

Dalam menyikapi perkembangan itu, KBRI Seoul terus menyebarkan berbagai informasi penting mengenai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan virus COVID-19.

Upaya tersebut dilakukan secara langsung maupun dengan berkoordinasi dengan simpul-simpul dan tokoh masyarakat mitra KBRI, paguyuban kedaerahan, mahasiswa, juga kelompok keagamaan seperti Jamaah Masjid Indonesia dan Jamaat Gereja Indonesia.

KBRI juga secara langsung menelepon sebagian mahasiswa dan masyarakat Indonesia lainnya di daerah yang terdampak paling parah, yaitu di Daegu dan Gyeongsangbuk-do. Kontak dijalin untuk mengetahui secara langsung keadaan mereka, ketersediaan makanan, dan masker kesehatan.

Baca juga: Kasus melonjak, Korea Selatan nyatakan status tertinggi wabah corona

Baca juga: Penderita corona jadi 156 orang, Korsel bikin zona perawatan


Melalui kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk BNI 46, kedutaan Indonesia membagikan masker kesehatan gratis terutama ke berbagai daerah yang terkena dampak paling parah.

Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai otoritas terkait di Korsel maupun pemerintah pusat di Tanah Air  dalam menjalankan langkah-langkah pencegahan.  

“Saya percaya bahwa pemerintah Korea Selatan mampu menangani wabah ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap langkah-langkah penanganan pemerintah Korsel," kata Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

“Saya terus mengimbau agar masyarakat tetap tenang, selalu mengikuti perkembangan melalui sumber-sumber terpercaya dan juga berbagai imbauan melalui media sosial KBRI Seoul," ia menambahkan.

Dalam beberapa hari terakhir, hotline KBRI selalu menjadi nomor rujukan masyarakat Indonesia di Korsel. Berbagai kekhawatiran masyarakat terus dialamatkan, mulai dari ketersediaan masker, kondisi terkini di berbagai wilayah, hingga gejala COVID-19 dan informasi soal rumah sakit rujukan.

Hotline KBRI Seoul pada nomor +82-10-5394-2546 aktif 24 jam, tujuh hari dalam sepekan.

Hingga 25 Februari 2020, Korsel telah melaporkan 977 kasus terbaru COVID-19. Angka merupakan jumlah tertinggi di luar China, negara yang menjadi pusat penyebaran virus.
 
Baca juga: Korea Selatan lakukan uji corona pada semua jemaat gereja di Daegu

Baca juga: Presiden Korsel minta ekonomi dipulihkan dari wabah corona


 

Pemerintah minta WNI patuhi aturan di negara terdampak corona

 


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar