China sebut 1.716 petugas kesehatan terinfeksi virus corona

id virus corona,covid 19,china,hubei

Seorang pekerja medis dalam pakaian pelindung beristirahat selama shift malam di sebuah pusat layanan kesehatan masyarakat, yang memiliki bagian terpencil untuk menerima pasien yang diduga terserang virus corona, di distrik Qingshan di Wuhan, Hubei provinsi, Cina (9/2/20200. ANTARA/China Daily via REUTERS/pri.

Beijing (ANTARA) - Seorang pejabat senior kesehatan China mengatakan 1.716 petugas kesehatan telah terinfeksi virus corona COVID-19, dan enam di antaranya meninggal dunia.

Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional China Zeng Yixin mengatakan pada konferensi pers, Jumat, bahwa jumlah staf medis yang terinfeksi meningkat.

"Saat ini, tugas petugas medis di lapangan memang sangat berat, keadaan kerja dan istirahat mereka terbatas, tekanan psikologis sangat besar, dan risiko infeksi tinggi," kata Zeng.

Lebih dari 87 persen pekerja medis yang terinfeksi berada di Hubei, provinsi di pusat penyebaran virus yang muncul pada Desember dan telah menewaskan sekitar 1.380 orang serta menulari lebih dari 60.000 orang.

Analisis lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui jumlah pekerja medis yang terinfeksi di rumah sakit, kata Zeng.

Pejabat dan rumah sakit China telah berulang kali berbicara tentang keterbatasan peralatan pelindung, termasuk masker wajah, karena penyakit tersebut  telah merebak di Hubei dan menyebar ke seluruh negeri.

Kematian Li Wenliang, seorang dokter yang ditegur karena mengeluarkan peringatan dini tentang penyakit itu, memicu gelombang kesedihan mendalam publik bulan ini dan ekspresi kemarahan yang jarang terjadi pada pemerintah.

Sumber: Reuters

Baca juga: Korban meninggal akibat COVID-19 di Hubei terus bertambah

Baca juga: KBRI sebutkan di Singapura terkonfirmasi delapan kasus baru COVID-19


 Baca juga: Usai kasus kematian pertama, Jepang tingkatkan upaya tangani corona

 

Kemenkes pastikan WN China tertular Corona setelah keluar Bali


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar