Mesir terima undangan soal sengketa bendungan Ethiopia

id Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD),bendungan air raksasa,Nil Biru

Fail Foto: Air di Sungai Nil Biru mengalir menuju bendungan Great Renaissance Dam milik Ethiopia di Guba Woreda, sekitar 40 km dari perbatasan Ethiopia dengan Sudan, 28/6/2013. (ANTARA/REUTERS/Tiksa Negeri/tm) (Reuters)

Kairo (ANTARA) - Mesir pada Selasa (22/10) mengatakan menerima undangan AS soal proyek bendungan tenaga air raksasa di Nil Biru, Ethiopia, yang menyebabkan gesekan antar kedua negara Afrika itu memanas.

Pertemuan menteri luar negeri Mesir, Ethiopia dan juga Sudan, akan digelar di Washington, kata Kementerian Luar Negeri Mesir tanpa menyebutkan tanggal atau apakah pertemuan itu disetujui negara lainnya. Ketiga negara itu memiliki dampak langsung dari proyek tersebut.

"Mesir mendapat undangan dari pemerintah AS," bunyi pernyataan kementerian itu, yang menambahkan, "sebuah undangan yang langsung diterima oleh Mesir."

Mesir khawatir bahwa Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD), yang sedang dibangun di dekat perbatasan Ethiopia dengan Sudan, akan membatasi pasokan air Sungai Nil yang sudah langka, yang hampir semuanya bergantung pada itu.

Setelah beberapa tahun pembicaraan tiga arah dengan Ethiopia dan Sudan, pihaknya mengaku sudah berusaha keras untuk mencapai kesepakatan tentang persyaratan pengoperasian bendungan dan pemenuhan waduk di luar itu.

Ethiopia mengatakan bendungan itu penting bagi perkembangan ekonominya dan membantah pembicaraan tiga arah terhenti, justru menuding Mesir berupaya menghindari proses tersebut.

Ethiopia tidak akan menghentikan pembangunan bendungan, kata Perdana Menteri Abiy Ahmed, Selasa.

Abiy, yang memenangkan penghargaan Nobel pada Oktober ini atas upayanya menciptakan perdamaian dengan musuh lama Eritrea, juga mengangkat kemungkinan konflik atas bendungan tersebut, dengan mengatakan, "Jika kita akan perang...kita bisa mengerahkan jutaan. Namun perang bukanlah sebuah solusi."

Mesir mengkritik komentar tersebut, menyebutnya "tak dapat diterima."

"Mesir...terkejut, sangat khawatir dan sangat menyesali komentar yang dilansir oleh media dan dikaitkan dengan Perdana Menteri Abiy Ahmed," kata kementerian luar negeri.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi kemungkinan akan menemui Abiy selama KTT Rusia-Afrika pekan ini. Mesir mengusulkan untuk melibatkan pihak ketiga, mungkin Bank Dunia atau Amerika Serikat, untuk menengahi sengketa ini.

Namun, Ethiopia sebelumnya menolak adanya mediator dalam masalah ini.

Sumber: Reuters

Baca juga: Mesir desak Ethiopia setujui mediator dalam sengketa bendungan

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar