Tarian khas Indonesia warnai resepsi diplomatik KJRI Istanbul

id KJRI Istanbul,Tarian Indonesia

Penampilan tari merak pada resepsi diplomatik KJRI Istanbul yang digelar di Istanbul, Senin (16/9/2019). (ANTARA/KJRI Istanbul)

Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal Indonesia di Istanbul, Turki, menggelar resepsi diplomatik dalam rangka perayaan HUT RI ke-74 pada Senin (16/9) dan menampilkan sejumlah tari-tarian khas Tanah Air.

Menurut keterangan KJRI Istanbul yang diterima di Jakarta, Rabu, beberapa tarian yang dibawakan yakni tari payung, tari bajidor kahot, dan tari merak yang dibawakan oleh grup INADance dari Belanda.

Tarian khas Minang seperti tari pasambahan, tari piring, dan tari rantak, oleh Sanggar Sumber Talenta Indonesia yang didatangkan langsung dari Sumatera Barat juga turut ditampilkan di acara resepsi tersebut.

Selain tarian, KJRI Istanbul juga membawa suasana khas Sumbar ke resepsi tersebut dengan menggunakan dekorasi panggung khas rumah gadang Minangkabau dan pelaminan Minang lengkap dengan tirai dan limpapaeh.

Resepsi diplomatik tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Istanbul, para Konsul Jenderal, pimpinan universitas, kalangan diplomatik, pengusaha, serta tokoh masyarakat Indonesia dan Turki.

Konsul Jenderal RI di Istanbul, Herry Sudrajat, mengatakan hubungan Indonesia dan Turki, yang sudah terjalin sejak tahun 1950, menunjukkan indikasi positif untuk memberikan kesempatan kepada kedua negara untuk terus meningkatkan peluang kerjasama dalam berbagai bidang.

"Kedekatan hubungan Indonesia – Turki dapat dilihat dari beberapa persamaan, antara lain sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, persamaan sebagai anggota aktif PBB, G20, OKI, MIKTA dan D-8," katanya.

 
Konsul Jenderal RI di Istanbul Herry Sudradjat membacakan pidato pada resepsi diplomatik KJRI Istanbul yang digelar di Istanbul, Senin (16/9/2019). (ANTARA/KJRI Istanbul)


Turki juga merupakan salah satu mitra penting ndonesia di kawasan Timur Tengah dengan nilai perdagangan mencapai 1.7 milyar dollar pada tahun 2018.

Herry juga menyebut ada trend peningkatan wisatawan Turki ke ndonesia, terutama setelah pembukaan penerbangan langsung Istanbul-Denpasar pada bulan Juli lalu. Pada tahun 2018, tercatat jumlah wisatawan Turki ke ndonesia mencapai sekitar 18 ribu orang.

Sementara itu, Deputi Gubernur Istanbul Dr. Hülya Kaya mengatakan penguatan hubungan kedua negara terus meningkat karena upaya yang terus dilakukan oleh kedua belah pihak.

Selain perayaan HUT KE-74 RI dan ramah tamah dengan para tamu, KJRI Istanbul juga sempat melakukan moment of silence sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang jasa-jasa almarhum Presiden ke-3 ndonesia, Bacharudin Jusuf Habibie.

Para tamu yang hadir ikut mengheningkan cipta, setelah sebelumnya perwakilan Pemerintah Setempat, Konsulat Jenderal dan Organisasi Internasional mendatangi KJRI Istanbul untuk menyampaikan dan mengisi buku duka cita.

Baca juga: 250 WNI ikuti perayaan HUT RI di Istanbul

Baca juga: Rute Istanbul-Bali, Turkish Airlines diharapkan tingkatkan wisatawan

Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar