Sansevieria, Tanaman Hias Penyerap Polusi Terkuat
Selasa, 24 Juni 2014 16:51 WIB
Tanaman Sansevieria cylindrica var Patula (Antaranews/Helti Marini Sipayung)
"Ada 10 tanaman hias anti-polutan, tapi Sansevieria memiliki daya serap polusi paling tinggi," kata penyilang tanaman hias Sansevieria Taufik Hidayat di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan lembaga antariksa Amerika NASA yang selama 25 tahun meneliti tanaman itu merilis bahwa Sansevieria merupakan tanaman hias penyerap polutan paling efektif.
Keistimewaan lain tanaman ini adalah mengeluarkan oksigen setiap saat sehingga menjadi satu-satunya tumbuhan yang aman berada di ruang tidur.
Purbo Djojokusumo pemilik Purbo Garden menambahkan selain tanaman hias Sansevieria, ada juga tanaman hias jenis Phylodendrom sebagai anti-polutan.
"Memang tingkat penyerapan tertinggi adalah Sansevieria. Tanaman ini menyerap semua racun-racun di udara," katanya.
Ilmuwan NASA, kata dia, gencar meneliti Sansevieria terkait kebutuhan oksigen di ruang angkasa. Dari penelitian tersebut terbukti bahwa tanaman itu mampu mengeluarkan oksigen dalam 24 jam.
Anggota Komunitas Pencinta Sansevieria Indonesia (Kompensasi) ini mengatakan tidak hanya anti-polutan, lendir yang terdapat pada daun Sansevieria juga dapat menyembuhkan luka
Ia mengatakan tanaman Sansevieria dengan bentuk yang kecil dapat ditanam dalam pot dan ditempatkan di ruang kerja dan rumah tinggal.
Bahkan di negara Jepang setiap kantor, rumah sakit, rumah tinggal, tempat umum dan mall diharuskan meletakkan satu pot tanaman Sansevieria.
"Di ruang kerja juga cocok karena kekurangan oksigen membuat ngantuk jadi letakkan satu pot Sansevieria," katanya.
Ia mengatakan tanaman tersebut banyak dijual di kota-kota di Indonesia dengan harga bervariasi mulai Rp5 ribu hingga Rp30 juta.
Sansevieria adalah tanaman hias yang berasal dari Afrika. Tanaman ini mulai dikenal dan "booming" di Indonesia pada 2004. (*)
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kudus lakukan pendataan padi puso terdampak banjir untuk diajukan bantuan
27 January 2026 13:49 WIB
Luas tanaman kopi robusta dan arabika di Kabupaten Magelang 3.000 hektare
02 December 2025 12:43 WIB
Perhutani bantu 4.000 bibit tanaman buah untuk warga Desa Congkrang Temanggung
06 November 2025 12:57 WIB
UMS jadi tuan rumah pameran dan coaching clinic perlindungan varietas tanaman
29 October 2025 21:28 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Inovasi sampo antiketombe berbasis jeruk nipis, tim UMS raih Silver Medal JISF 2026
02 May 2026 14:40 WIB
Kudus kirim 9 ton bahan bakar alternatif dari residu sampah ke PT Semen Indonesia
29 April 2026 10:15 WIB
PILARS Sekolah Vokasi Undip sajikan desain interior di Musda HDII Jateng 2026
14 April 2026 12:29 WIB