Presiden Terpilih Agar Lanjutkan Program Pro-Rakyat
Minggu, 27 April 2014 11:08 WIB
Peserta konvensi capres Partai Demokrat, Dino Patti Djalal. (Foto: ANTARA/Reno Esnir)
"Siapapun presiden terpilih perlu mencermati fondasi yang telah dibangun oleh pemerintahan SBY sebagai aset positif," kata Dino Patti Djalal melalui siaran pers, Sabtu malam.
Menurut Dino, penting bagi pemerintahan mendatang untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan mempertahankan kebijakan pro-rakyat.
Dari kunjungannya ke 30 kota di Indonesia untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat selama tiga bulan terakhir, Dino menemukan, aspirasi inilah yang secara konsisten terus disuarakan oleh masyarakat.
"Masyarakat ingin agar program-program pro-rakyat terus dilanjutkan, dan umumnya mereka khawatir jika dihentikan. Kalaupun ada program yang belum berjalan baik, mereka ingin agar diperbaiki. Saya membaca ini sebagai aspirasi yang tulus," tuturnya.
Program-program pro-rakyat tersebut antara lain, peningkatan kualitas pendidikan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), beras untuk rakyat miskin (Raskin), Program Keluarga Harapan (PKH).
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP), Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP), Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP), dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Menurut Dino, program-program pro-rakyat dalam 10 tahun terakhir mempunyai dampak sangat strategis ke depan, yakni membuat rakyat lebih memiliki daya juang untuk bertahan jika kelak ada guncangan ekonomi.
"Inilah yang terjadi di Brazil. Pemerintahan yang baru mengalami penurunan ekonomi jauh di bawah target empat persen. Namun, mereka sangat terbantu oleh program pro-rakyat dari pemerintahan Presiden Lula Da Silva sebelumnya, sehingga rakyat miskin relatif terlindungi dari peceklik ekonomi yang terjadi," tuturnya.
Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat ini menegaskan, kata kunci ekonomi Indonesia adalah kesinambungan dan perbaikan.
Menghadapi debat calon presiden peserta konvensi Partai Demokrat putaran terakhir di Jakarta, hari Minggu ini, Dino menyatakan sudah siap.
Menurut Dino, sejak peyelenggaraan konvensi pada 5 September 2013, sudah sembilan kali diselenggarakan debat capres peserta konvensi di sembilan kota di Indonesia, sehingga sudah siap menghadapi debat capres peserta konvensi di Jakarta.
Penyelenggaraan sembilan kali debat capres peserta konvensi, menurut Dino, sudah cukup panjang dan sudah banyak visi, misi, maupun program yang disampaikan para peserta konvensi.
"Saya kira sudah cukup bagi masyarakat untuk menilai gagasan yang diusung oleh masing masing peserta konvensi," tuturnya.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korps Marinir lintas negara mengasah kemampuan tempur di darat lewat SGS 2026
08 September 2026 15:56 WIB
Febrie Adriansyah diperiksa Tim 9 Kejagung terkait kasus korupsi dan TPPU
08 September 2026 10:55 WIB
Presiden Prabowo: Alokasi anggaran mitigasi bencana harus ditambah signifikan
07 September 2026 14:38 WIB
Menhub: Penutupan sementara 8 bandara diperpanjang hingga Senin pukul 09.00 WIB
07 September 2026 9:23 WIB
ANTARA melatih mahasiswa UKM Pers teknik penulisan standar kantor berita
05 September 2026 10:21 WIB
Presiden Prabowo menjelaskan kesamaan filosofi Odin v pole ne voin-gotong royong
04 September 2026 6:26 WIB
Prabowo: Pertumbuhan ekonomi harus angkat jutaan orang keluar dari kemiskinan
03 September 2026 16:48 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017