Sultan Harapkan Keadaan Pulih Pada Rabu
Senin, 17 Februari 2014 14:11 WIB
"Proses pembersihan abu vulkanik akan terus dilakukan dua hari ini hingga Selasa (18/2). Diharapkan pada Rabu (19/2), seluruh keadaan sudah bisa pulih seperti sediakala," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, pembersihan abu vulkanik yang menyelimuti DIY menjadi satu-satunya cara yang harus ditempuh untuk memulihkan kondisi daerah tersebut sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan dan kegiatan masyarakat lain bisa kembali berjalan normal.
Sultan mengatakan, masyarakat, pemerintah, TNI, kepolisian dan seluruh elemen lainnya harus dapat bersatu padu, bergotong royong membersihkan tumpukan abu vulkanik.
"Pemilik toko juga perlu ikut ambil bagian dalam upaya membersihkan abu vulkanik. Pedagang di pasar tradisional juga harus digerakkan untuk membersihkan abu. Jika pasar sudah bersih, tentunya masyarakat bisa nyaman berbelanja ke pasar," katanya.
Selain itu, Sultan juga berharap agar Bandara Adi Sutjipto dapat segera beroperasi setelah ditutup selama empat hari terakhir terhitung sejak Jumat (14/2).
"Bandara perlu segera dibuka kembali. Pengoperasian bandara adalah salah satu kunci untuk menggerakkan ekonomi di DIY," katanya.
Selain ekonomi, aspek pendidikan juga menjadi salah satu perhatian dari Gubernur DIY. Seluruh guru, karyawan dan siswa dibantu relawan melakukan upaya membersihkan sekolah dari abu vulkanik.
"Untuk siswa TK dan SD memang tidak dilibatkan membersihkan sekolah. Kami khawatir jika mereka terpapar abu karena belum bisa menggunakan masker dengan baik dan benar," katanya.
Sedangkan untuk siswa SMP dan SMA/SMK atau sederajat tetap dilibatkan dalam upaya pembersihan sekolah. "Kegiatan belajar mengajar diharapkan sudah kembali normal pada Rabu (19/2)," katanya.
Sultan mengingatkan warga yang melakukan kegiatan pembersihan agar tidak membuang abu vulkanik ke saluran drainase tetapi memasukkannya ke karung serta tidak memanjat genteng saat membersihkan abu karena licin.
"Pembersihan juga harus dilakukan untuk genteng rumah dan tanaman. Jika masih ada abu di genteng atau tanaman, maka debu tidak akan segera hilang. Beruntung, sudah turun hujan di Yogyakarta, sehingga mengurangi abu yang menempel di bangunan dan daun," katanya.
Pada Senin, sekitar 840 personel gabungan dari berbagai elemen masyarakat, yaitu TNI, kepolisian, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta, Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan Kota Yogyakarta serta masyarakat melakukan gotong royong kebersihan di Kecamatan Jetis.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkomdigi tekankan inovasi teknologi dan AI wajib berpusat pada manusia
30 September 2026 13:11 WIB
KPK mendalami dugaan Silmy Karim dan Bagus memberi uang setiap bimbingan S3
30 September 2026 8:44 WIB
SAR Timika menemukan 8 korban kapal LCT di Perairan Puriri dalam keadaan selamat
29 September 2026 9:16 WIB
35 kantor berita Asia Pasifik membahas penanganan disinformasi di Moskow
23 September 2026 21:11 WIB
Perum LKBN ANTARA galang kerja sama dengan tiga media Rusia berskala global
23 September 2026 9:00 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Kak Seto Minta Dinsos Awasi Panti agar tidak Terjadi Tindak Kekerasan
31 January 2017 15:39 WIB, 2017
Ketinggian Air Bengawan Solo di Lamongan Siaga I , Daerah Hilir diminta Waspada
31 January 2017 11:31 WIB, 2017
Khofifah Bangga Lahir dari "Rahim" NU Dibesarkan dalam Tradisi Organisasi Islam
31 January 2017 11:22 WIB, 2017
Menlu: 24 Jenazah Korban Kapal sudah Ditemukan, Delapan Siap Dipulangkan
27 January 2017 18:48 WIB, 2017
Menlu Pastikan Endah Cakrawati menjadi Korban Pesawat Jatuh di Australia
27 January 2017 17:38 WIB, 2017