Rupiah Melemah Jadi Rp12.117 per Dolar
Kamis, 16 Januari 2014 11:35 WIB
Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah menjadi Rp12.117 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp12.085 per dolar AS. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
"Laju rupiah sedikit tertahan merespons pernyataan beberapa petinggi The Fed negara bagian Amerika Serikat yang sangat ingin melanjutkan kebijakan pengurangan stimulus keuangan," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.
Kondisi itu, lanjut dia, menandakan optimisme terhadap pengurangan stimulus keuangan sehinga dapat menguatkan mata uang dolar AS.
Ia mengatakan, nilai tukar mata uang domestik saat ini juga dibayangi oleh data ekonomi Amerika Serikat yang naik melebihi estimasi seperti pertumbuhan penjualan ritel, dan bisnis di AS.
"Beberapa data ekonomi AS yang dirilis cenderung menunjukkan hasil yang cukup positif," kata dia.
Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, rupiah masih dibayangi sentimen kebijakan Federal Reserve untuk mengurangi stimulus keuangan.
Di sisi lain, ia melanjutkan, data ekonomi domestik masih cukup positif. "Kondisi itu membuat mata uang bergerak mendatar," katanya.
Ia memperkirakan rupiah diperdagangkan di kisaran Rp12.070-Rp12.155 per dolar AS hari ini.
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK hadirkan Fuad Hasan Masyhur sebagai saksi dalam sidang kuota haji hari ini
01 October 2026 8:35 WIB
Menkomdigi tekankan inovasi teknologi dan AI wajib berpusat pada manusia
30 September 2026 13:11 WIB
KPK mendalami dugaan Silmy Karim dan Bagus memberi uang setiap bimbingan S3
30 September 2026 8:44 WIB
SAR Timika menemukan 8 korban kapal LCT di Perairan Puriri dalam keadaan selamat
29 September 2026 9:16 WIB
35 kantor berita Asia Pasifik membahas penanganan disinformasi di Moskow
23 September 2026 21:11 WIB
Perum LKBN ANTARA galang kerja sama dengan tiga media Rusia berskala global
23 September 2026 9:00 WIB