"Amblesnya aspal di apron (tempat parkir pesawat udara) sebelah barat itu menjadi 'warning' atau peringatan untuk mempercepat program revitalisasi dan pengembangan bandara," katanya di Semarang, Kamis.

Menurut dia, dengan adanya landasan yang bergelombang karena aspalnya ambles itu, pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani saat ini menjadi hal yang rasional untuk dilakukan dalam waktu dekat.

Ia menjelaskan bahwa revitalisasi dan pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mendesak untuk segera dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

"Kondisi Bandara Ahmad Yani saat ini kurang layak dan sudah tidak mencukupi untuk menampung jumlah penumpang pesawat terbang yang jumlahnya terus bertambah tiap tahun," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Ia mengungkapkan bahwa revitalisasi Bandara Internasional Ahmad Yani menjadi salah satu program prioritas yang telah direncanakan oleh Gubernur Jawa Tengah dalam beberapa periode.

"Di samping penyelesaian proyek jalan tol Semarang-Solo dan pembangunan Blok Cepu, revitalisasi serta pengembangan dan perluasan Bandara Ahmad Yani menjadi program prioritas yang harus dilaksanakan Gubernur Jateng yang menjabat saat ini," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKS Jateng itu.

Seperti diwartakan, pesawat Lion Air Boeing 737-900 ER PK tujuan Semarang-Jakarta batal berangkat setelah salah satu rodanya terjebak lapisan aspal yang bergelombang di apron Bandara Ahmad Yani Semarang, Rabu (8/1).

"Aspal yang ambles di apron sebelah barat, bukan di landasan pacu," kata General Affair and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang Anom Fitranggono saat dikonfirmasi.

Kejadian itu menyebabkan keterlambatan penerbangan pesawat tersebut yang seharusnya terbang pukul 10.30 WIB, baru diberangkatkan sekitar pukul 12.30 WIB.

Petugas Angkasa Pura telah melakukan perbaikan terhadap kondisi apron yang kurang rata tersebut.

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026