"Diharapkan embung ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar," kata Bibit Waluyo saat peresmian embung itu yang ditandai dengan penandatanganan prasasti di Kebumen, Kamis.

Embung DAS Kalong itu juga bermanfaat untuk penyediaan air baku di tiga desa, yakni Pohkumbang, Penimbun, dan Karanggayam, dengan total warga mencapai 2.338 jiwa. Masyarakat setempat mengandalkan pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Infrastruktur pengairan tersebut juga bermanfaat untuk pengembangan sektor perikanan, potensi pariwisata lokal, dan konservasi sumber daya air.

"Pembangunan embung tersebut akan membantu penyediaan air baku bagi masyarakat setempat, baik untuk sektor pertanian maupun perikanan. Dan pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Kebumen Buyar Winarso.

Embung di Dusun Jonggol, Desa Penimbun, Kecamatan Karanggayam itu, dibangun oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jateng secara bertahap, mulai 2010, menggunakan APBD Jateng.

Tahapan pembangunan embung, antara lain pembebasan lahan dengan dana Rp1,6 miliar, pembangunan konstruksi Rp731.227.000, pembuatan "spillway" lanjutan dan pembuatan saluran "intake" untuk air pedesaan dengan dana Rp923.230.000.

Tahap selanjutnya, pembangunan tubuh embung, berupa bangunan penguras dan pengambilan, lantai, dinding hulu "spillway", jembatan layanan, inspeksi dan drainase, jalan lingkungan, penguatan tebing sungai di hilir, pagar pengaman, serta fasilitas keamanan, dengan biaya sekitar Rp2,4 miliar.

Selain itu, pembangunan rumah jaga, pemasangan instrumentasi piezometer 6 unit dan perbaikan longsoran tebing kanan hilir embung, dengan biaya sekitar Rp250 juta.

Pewarta : M Hari Atmoko
Editor : Zuhdiar Laeis
Copyright © ANTARA 2026