Residu Rokok Rusak DNA
Selasa, 25 Juni 2013 12:19 WIB
Residu rokok yang disebut "thirdhand smoke" adalah bau yang tertinggal di pakaian atau rambut seseorang yang baru saja merokok.
Thirdhand smoke juga dapat berupa bau yang tertinggal pada ruangan yang pernah dipakai untuk merokok.
Bahan kimia yang merupakan turunan dari nikotin tertinggal dalam ruangan dan terserap oleh benda-benda yang ada di sekitarnya, seperti karpet dan tirai.
Lara Gundel dari Lawrence Berkeley National Laboratory mengklaim ini adala studi pertama tentang thirdhand smoke.
"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa thirdhand smoke bersifat mutagenik dan menyebabkan kerusakan DNA, dianggap sebagai langkah pertama menuju kanker," kata Gundel, seperti yang diberitakan Live Science.
Peneliti yang terlibat meletakkan sejumlah lembaran kertas di ruangan merokok. Beberapa sampel hanya dibiarkan selama 20 menit kemudian diperiksa tingkat residu oleh para peneliti.
Mereka menyebutnya sebagai "paparan akut". Kertas lainnya dibiarkan selama 200 hari dalam ruangan merokok yang berventilasi, unutk menghasilkan "paparan kronis".
Bahan kimia dari kertas tersebut diekstrak dan ditambahkan pada sel. Hasilnya, "paparan kronis" yang memiliki konsentrasi thirdhand smoke lebih tinggi, berpotensi lebih besar menyebabkan kerusakan DNA.
"Efek kumulatif thirdhand smoke sangat signifikan. Temuan ini menyebabkan material semakin beracun dari waktu ke waktu," kata Gundel.
Hal penting lainnya dari thirdhand smoke adalah residu berinteraksi dengan senyawa yang ada di udara dan membuat racun baru. Sayangnya para peneliti belum menemukan racun mana yang berbahaya bagi manusia.
"Tujuan penelitian ini adalah menemukan bagaimana sifat racun dan senyawa berbahaya dalam thirdhand smoke, dan bagaimana mereka menimbulkan bahaya," tambah Gundel.
Menurutnya, mereka masih harus mengadakan penelitian efek dari nitrosamine dan senyawa lainnya yang terdapat dalam thirdhand smoke dengan melihat sampel darah.
Studi tentang thirdhand smoke tersebut dipublikasikan dalam jurnal Mutagenesis edisi 13 Juni.
Thirdhand smoke juga dapat berupa bau yang tertinggal pada ruangan yang pernah dipakai untuk merokok.
Bahan kimia yang merupakan turunan dari nikotin tertinggal dalam ruangan dan terserap oleh benda-benda yang ada di sekitarnya, seperti karpet dan tirai.
Lara Gundel dari Lawrence Berkeley National Laboratory mengklaim ini adala studi pertama tentang thirdhand smoke.
"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa thirdhand smoke bersifat mutagenik dan menyebabkan kerusakan DNA, dianggap sebagai langkah pertama menuju kanker," kata Gundel, seperti yang diberitakan Live Science.
Peneliti yang terlibat meletakkan sejumlah lembaran kertas di ruangan merokok. Beberapa sampel hanya dibiarkan selama 20 menit kemudian diperiksa tingkat residu oleh para peneliti.
Mereka menyebutnya sebagai "paparan akut". Kertas lainnya dibiarkan selama 200 hari dalam ruangan merokok yang berventilasi, unutk menghasilkan "paparan kronis".
Bahan kimia dari kertas tersebut diekstrak dan ditambahkan pada sel. Hasilnya, "paparan kronis" yang memiliki konsentrasi thirdhand smoke lebih tinggi, berpotensi lebih besar menyebabkan kerusakan DNA.
"Efek kumulatif thirdhand smoke sangat signifikan. Temuan ini menyebabkan material semakin beracun dari waktu ke waktu," kata Gundel.
Hal penting lainnya dari thirdhand smoke adalah residu berinteraksi dengan senyawa yang ada di udara dan membuat racun baru. Sayangnya para peneliti belum menemukan racun mana yang berbahaya bagi manusia.
"Tujuan penelitian ini adalah menemukan bagaimana sifat racun dan senyawa berbahaya dalam thirdhand smoke, dan bagaimana mereka menimbulkan bahaya," tambah Gundel.
Menurutnya, mereka masih harus mengadakan penelitian efek dari nitrosamine dan senyawa lainnya yang terdapat dalam thirdhand smoke dengan melihat sampel darah.
Studi tentang thirdhand smoke tersebut dipublikasikan dalam jurnal Mutagenesis edisi 13 Juni.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bandara Ahmad Yani Semarang pakai PLTS untuk penuhi sebagian kebutuhan energi
20 September 2026 22:37 WIB
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Bandara Ahmad Yani Semarang pakai PLTS untuk penuhi sebagian kebutuhan energi
20 September 2026 22:37 WIB
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PLN tegaskan kesiapan dukung era kendaraan listrik
04 August 2026 20:19 WIB
Tim PKM-KC UMS inisiasi NECIS, alat penghancur limbah jarum suntik berbasis IOT
31 July 2026 17:39 WIB