"Direncanakan pada APBD Perubahan 2013, Pemerintah Kabupaten Magelang akan memberikan penyertaan modal pada lima BUMD dengan besaran mencapai Rp8.525.000.000," kata Sekretaris Daerah Pemkab Magelang Utoyo pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Kinerja Pengelola Perusahaan Daerah Kabupaten Magelang di Magelang, Senin.

Ia menjelaskan penyertaan modal itu sebagai wujud kepedulian pemkab setempat dalam mendorong BUMD setempat menjadi lebih maju dan kompetitif.

Pemkab setempat juga memberikan dukungan untuk peningkatan kinerja BUMD melalui pembinaan dan pelatihan kepada pengelolanya.

Ia mengharapkan penyertaan modal tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan daerah itu agar terjadi peningkatan kapasitas usaha.

"Sehingga lebih berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan bahwa BUMD merupakan aset strategis daerah karena peranannya dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah dan turut dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Operasional BUMB memiliki dua tujuan, yakni orientasi kepada keuntungan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Kedua hal tersebut sebenarnya merupakan hal yang berbeda, namun sebagai BUMD maka diharapkan dapat menjalankan kedua peran itu dengan efektif dan profesional," katanya.

Pada 2012, katanya, semua BUMD setempat telah dapat menjalankan dua peran tersebut dengan baik. Hal itu, dibuktikan dengan perolehan laba BUMD yang mencapai Rp18.555.802.620. Mereka juga telah bertugas secara baik dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pembicara dalam pelatihan itu yang berasal dari "Efektive Personal Motivation Solo" Ray Febri Haryu Apsari Dipokusumo mengemukakan bahwa motivasi memperkuat ambisi, meningkatkan inisiatif, dan membantu mengarahkan energi untuk mencapai keinginan.

"Dengan motivasi yang benar, kita akan semakin mendekati keinginan kita," katanya.

Kepala Subbagian BUMD Bagian Perekonomian Sekda Kabupaten Magelang Noor Rochmad Isro'l mengatakan kegiatan itu diikuti 55 peserta yang kalangan pengelola BUMD di daerah itu. Kegiatan tersebut terdiri atas dua angkatan dengan masing-masing angkatan selama tiga hari.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan itu bentuk fasilitasi pemkab sebagai pemilik BUMD untuk meningkatkan sumber daya manusia BUMD agar makin memadai.

"Agar SDM pengelola BUMD memiliki pengetahuan yang cukup, terutama dalam menghadapi permasalahan yang dijumpai saat bekerja," katanya.

Pewarta : M Hari Atmoko
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026