Rupiah Menguat 20 Poin
Senin, 21 Januari 2013 9:41 WIB
Nilai Tukar Rupiah (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat sebesar 20 poin menjadi Rp9.620 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.640 per dolar AS.
"Pergerakan nilai tukar rupiah berakhir positif setelah merespon rilis data-data dari China, berupa data produk domestik bruto (PDB) dan produksi industri serta penjualan ritel," kata analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, dari dalam negeri penguatan rupia didorong dari BUMN dan BI yang akan berkoordinasi dalam bentuk pembelian dolar AS.
"Pembelian dolar AS oleh BUMN dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui pasar sehingga mengurangi tingkat volatilitas," kata dia.
Meski demikian, lanjut dia, laju rupiah dapat tertahan setelah merespon rilis data-data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan sehingga memunculkan persepsi akan berkurangnya pemberian stimulus.
Selain itu, dikatakan Reza, muncul juga kekhawatiran pasar terhadap Inggris yang akan melakukan negosiasi ulang dengan Uni Eropa untuk membahas statusnya di Uni Eropa dan adanya ancaman untuk keluar dari Uni Eropa jika tuntutannya tidak dikabulkan, terkait dengan peran Inggris dalam pengawasan perbankan dan institusi keuangan di Uni Eropa.
Pengamat pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, paska kebijakan BI yang akan mengatur pembelian valuta asing (valas) PT Pertamina dan PT PLN, dua BUMN yang banyak membutuhkan dolar AS akan mengkontribusi sekitar 30 persen dari permintaan di pasar valas Jakarta untuk membeli minyak mentah.
"Kedua BUMN itu hanya diperbolehkan membeli dolar AS pada tiga bank yang ditunjuk, dan selanjutnya ketiga bank akan meminta valas langsung kepada BI, tidak mencari di pasar," kata dia.
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
35 kantor berita Asia Pasifik membahas penanganan disinformasi di Moskow
23 September 2026 21:11 WIB
Perum LKBN ANTARA galang kerja sama dengan tiga media Rusia berskala global
23 September 2026 9:00 WIB
Tim SAR kembali sisir daratan Carita hingga Pantai Anyer cari jurnalis dan kru kapal yang hilang
17 September 2026 9:31 WIB
TNI AU sebut empat tersangka penganiaya AMF hingga tewas terancam dipecat
16 September 2026 12:51 WIB
Perum LKBN ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia
15 September 2026 11:14 WIB
Korban selamat kecelakaan laut KMP Virgo dirawat sejumlah RS di Banjarmasin
15 September 2026 10:46 WIB
Basarnas mencari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat
14 September 2026 14:40 WIB