Semen Gresik Raih Proper Emas
Rabu, 5 Desember 2012 10:33 WIB
Wakil Presiden Boediono menyerahkan penghargaan kepada Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Sucipto (foto: Semen Gresik)
Penghargaan itu diserahkan oleh Wakil Presiden, Boediono, kepada Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto di Jakarta, Senin (3/12/2012).
â€Penghargaan ini menjadi bukti bahwa dalam pengelolaan lingkungan, perseroan tidak hanya mengikuti standar-standar yang ditetapkan, tapi telah melakukan praktik terbaik yang terpadu dan berkelanjutan,†ujar Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Rabu.
Proper adalah program rutin yang diselenggarakan KLH untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Peringkat kinerja Proper dibedakan dalam lima tingkatan, yaitu hitam, merah, biru, hijau, dan emas.
Proper biru diberikan kepada perusahaan yang dalam pengelolaannya sesuai standar yang ditetapkan oleh KLH. Proper hijau diberikan kepada perusahaan yang dalam pengelolaannya diatas standar yang ditetapkan oleh KLH.
Peringkat tertinggi adalah emas yang diberikan kepada perusahaan yang dalam pengelolaannya diatas standar yang ditetapkan oleh KLH serta melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR).
Indikator penilaian kinerjanya beragam, mulai dari pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan dan pemanfaatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3), efisiensi energi, konservasi air, perlindungan keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat, hingga penanggulangan kerusakan lingkungan.
Penilaian Proper periode 2011-2012 dilakukan terhadap 1.317 perusahaan, mulai dari perusahaan sektor pertambangan, energi, manufaktur, agroindustri, kawasan, hingga jasa.
Jumlah perusahaan yang dinilai pada periode kali ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 1.002 perusahaan. Dari 1.317 perusahaan tersebut, terdapat 12 perusahaan yang meraih Proper Emas, termasuk Semen Gresik.
Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya terus meningkatkan tata kelola lingkungan yang berkualitas demi terciptanya praktik bisnis yang berkelanjutan.
Perseroan menyadari sepenuhnya bahwa pengelolaan lingkungan yang baik akan mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
â€Perusahaan yang tak peduli pada lingkungan pasti akan rugi sendiri. Semen Gresik telah membuktikan, dengan mewujudkan green industry, bisnis kami bisa terus tumbuh membesar dan mampu menjadi pemimpin pasar di industri semen nasional,†jelas Dwi.
â€Saya selalu menekankan, tidak akan rugi perusahaan jika punya concern tinggi ke lingkungan. Pengelolaan lingkungan jangan dianggap sebagai cost center, tapi bentuk tanggung jawab kita untuk menjaga bumi sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis mengingat tanpa ada alam yang lestari dan lingkungan sosial yang kondusif, mustahil perusahaan bisa beroperasi dengan baik,†sambung Dwi.
Semen Gresik, sambung Dwi, menempatkan lingkungan sebagai pilar perusahaan. Praktik bisnis yang dijalankan kelompok usaha semen terbesar di Indonesia itu berbasis pada tiga pilar (triple bottom line), yaitu profit (kinerja finansial), planet (pelestarian lingkungan), dan people (pemberdayaan masyarakat).
†Pengelolaan lingkungan dan pengelolaan sosial merupakan pilar - pilar dalam Sistem Mutu Semen Gresik, disamping pilar kinerja ekonomi, oleh karenanya di Semen Gresik pengelolaan lingkungan dan sosial sudah menyatu dengan profit,†ujarnya.
Keberhasilan pengelolaan lingkungan yang dilakukan perseroan ini sekaligus mematahkan stigma bahwa industri semen selalu berimbas buruk ke lingkungan. Di Semen Gresik, setiap investasi yang dilakukan selalu memperhatikan prinsip lingkungan.
â€Jajaran manajemen selalu menekankan pada responsible investment yang menjadikan visi lingkungan sebagai salah satu pilar utama,†ujar Dwi.
Dwi mencontohkan program pengelolaan lingkungan yang berimbas pada efisiensi perusahaan. Misalnya, pemanfaatan bahan bakar alternatif sebagai sumber energi.
Di satu sisi, hal itu berdampak baik bagi keberlanjutan lingkungan. Di sisi lain, pemanfatan bahan bakar alternatif bisa menekan biaya operasional perusahaan sehingga mewujudkan efisiensi untuk mengoptimalkan keuntungan.
â€Limbah B3 dan non-B3 kami olah dengan prinsip 3 R (reduce, reuse, recycle). Kami melakukan recycle tumpahan material reject untuk dikembalikan ke proses produksi. Hal-hal kecil seperti kaus tangan yang terkontaminasi oli atau minyak bahkan juga kami olah menjadi bahan bakar alternatif,†jelas Dwi.
Melalui Semen Gresik Foundation, perseroan telah menginisiasi program pengelolaan sampah kota secara modern untuk diolah menjadi energi alternatif. Perseroan memanfaatkan sampah kota dari Gresik dan Tuban dengan total volume sampah mencapai sekitar 300 ton per hari.
â€Sampah kota tersebut akan diolah menjadi energi alternatif, pupuk kompos, dan recycle material. Perusahaan mengambil energi alternatifnya,†ujar Dwi.
Dari sisi operasional, untuk menjamin primanya pengelolaan lingkungan, Semen Gresik telah melengkapi pabriknya dengan peralatan modern guna mencegah pencemaran. Peralatan itu, antara lain, mesin penghisap debu seperti electrostatic precipitator, cyclone, conditioning tower, dan bag house filter.
Ke depan, janji Dwi, perseroan akan semakin giat meningkatkan tata kelola lingkungan. Apalagi, saham Semen Gresik juga sudah masuk Indeks Sri-Kehati, indeks 25 saham dari perusahaan-perusahaan yang dinilai mempunyai komitmen tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan. (tz)
Pewarta : -
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
LPPM Unsoed perkuat inovasi dan daya saing UMKM Batik Desa Dagan Purbalingga
18 September 2026 21:39 WIB
Pemprov Jateng berlakukan bebas denda dan pajak progresif kendaraan bermotor
18 September 2026 19:32 WIB
LPPM Unsoed perkuat pengembangan kopi unggulan Desa Jingkang Purbalingga
18 September 2026 17:30 WIB
Pemkot: Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi pengungkit ekonomi Magelang
18 September 2026 16:20 WIB
Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi ajang promosi produk unggulan dan UMKM
18 September 2026 14:01 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
LPPM Unsoed perkuat inovasi dan daya saing UMKM Batik Desa Dagan Purbalingga
18 September 2026 21:39 WIB
Pemprov Jateng berlakukan bebas denda dan pajak progresif kendaraan bermotor
18 September 2026 19:32 WIB
LPPM Unsoed perkuat pengembangan kopi unggulan Desa Jingkang Purbalingga
18 September 2026 17:30 WIB
Pemkot: Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi pengungkit ekonomi Magelang
18 September 2026 16:20 WIB
Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi ajang promosi produk unggulan dan UMKM
18 September 2026 14:01 WIB
Perumda Jateng-investor Dubai teken kerja bangun kilang minyak di Jepara
17 September 2026 21:49 WIB