"Ini (pilkada, red.) tenang-tenang saja," katanya kepada wartawan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, saat hendak menyeberang ke Pulau Nusakambangan guna memantau pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah lembaga pemasyarakatan di pulau tersebut.

         Pantauan tersebut juga diikuti Panglima Daerah Militer IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso.

         Disinggung mengenai tingginya tingkat pengamanan di Cilacap, Kapolda mengatakan, hal itu dilakukan untuk kepentingan daerah ini.

         "Supaya masyarakat tenang. Saya dengan Panglima (Pangdam IV Diponegoro, red.) datang sendiri ke sini, harus 'connect'," katanya.

         Menurut dia, peningkatan pengamanan tersebut bukan karena adanya indikasi kerusuhan dalam pelaksanaan Pilkada Cilacap.

         Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Darmoko mengatakan, jumlah personel yang dilibatkan hampir mencapai 7.000 orang terdiri 700 polisi, 6.000 anggota perlindungan masyarakat (linmas), dan pasukan di bawah kendali operasi (BKO) sekitar 1.000 orang serta kekuatan pasukan cadangan disiapkan di antaranya Satuan Pengendali Massa (Dalmas) dan satuan-satuan lainnya maupun personel di masing-masing kepolisian sektor.

         Informasi yang dihimpun, dalam pengamanan Pilkada Cilacap juga disiapkan dua unit panser, satu unit helikopter, dua kendaraan "water canon", dan tiga kendaraan taktis (rantis).