Direktur Utama Semen Gresik, Dwi Soetjipto, mengatakan bisnis masa depan adalah bisnis yang memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan. Karena itulah, perseroan menempatkan pengelolaan limgkungan sebagai salah satu pilar untuk mewujudkan kesinambungan usaha.

”Keberhasilan pengelolaan lingkungan akan menggaransi terciptanya pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Dwi melalui rilis yang diterima di Semarang, Senin.

Keberhasilan pengelolaan lingkungan yang dilakukan industri semen terbesar di Tanah Air ini sekaligus mematahkan stigma bahwa industri semen selalu berimbas buruk ke lingkungan.

”Di Semen Gresik, setiap investasi yang dilakukan selalu memperhatikan prinsip lingkungan. Kami berpijak pada responsible investment yang menjadikan visi lingkungan sebagai salah satu pilar utama. Kami ingin tak hanya sekadar peduli lingkungan, tapi juga mencapai enviromental excellence,” ujar Dwi.

Visi lingkungan Semen Gresik diwujudkan dalam sejumlah hal, seperti program pencegahan pencemaran, efisien dan konservasi sumberdaya, serta pengurangan gas rumah kaca.

Dalam program pencegahan lingkungan, perseroan secara rutin melakukan pemantauan sejumlah indikator lingkungan sesuai baku mutu, mulai dari emisi udara cerobong pabrik, konsentrasi debu, hingga air bawah tanah.

”Selain itu, pabrik kami juga sudah dilengkapi dengan peralatan modern untuk mencegah pencemaran berupa mesin penghisap debu seperti electrostatic precipitator, cyclone, conditioning tower, dan bag house filter,” imbuh Kepala Departemen Litbang dan Jaminan Mutu Semen Gresik, Rudi Hermawan.

Dalam hal efisiensi dan konservasi sumberdaya, perseroan telah memanfaatkan bahan bakar alternatif sebagai sumber energi. Memang, porsinya belum besar, tapi ke depan akan terus ditingkatkan.

”Selain untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, program ini juga berdampak signifikan pada efisiensi operasional perusahaan,” jelas Rudi.