"Kami bukan hanya setuju, namun sangat setuju (SNMPTN tulis dihapus, red.). Menurut kami, tidak ada masalah jika SNMPTN jalur tulis akan dihapus," kata Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo di Semarang, Senin.

Menurut dia, selama ini Unnes telah memberi porsi sangat besar untuk calon mahasiswa melalui SNMPTN undangan dibanding tulis, sebagai upaya menghargai hasil jerih payah guru dan sekolah mendidik para siswanya.

Ia menjelaskan, Unnes memberikan porsi mahasiswa melalui SNMPTN, baik undangan maupun tulis cukup besar pada tahun ini, yakni 80 persen dari total daya tampung, padahal kewajiban minimal hanya sebesar 60 persen.

Dari 80 persen daya tampung melalui SNMPTN itu, ia menyebutkan, sebesar 64 persen diambilkan dari SNMPTN undangan, jauh lebih besar dibanding yang diambilkan dari SNMPTN tulis yang hanya sebesar 16 persen.

"Sisanya yakni 20 persen diambilkan dari jalur mandiri yang disebut Seleksi Penerimaan Masuk Unnes (SPMU)," katanya.

Ia mengatakan, seleksi SNMPTN yang hanya dibuka melalui jalur undangan saja, yakni hanya mendasarkan pada prestasi akademik siswa selama beberapa semester akhir dan tanpa tes lanjutan, sebenarnya sudah cukup.

Seluruh proses di SNMPTN undangan, kata dia, sudah sedemikian bagus, mendasarkan pada prestasi selama di sekolah yang sebenarnya guru-guru yang mengetahui mana siswa yang memang berprestasi dan tidak.

"Selain untuk memudahkan siswa masuk ke perguruan tinggi, semua proses dalam SNMPTN undangan sudah bagus. Dasar prestasi siswa ya teman-teman guru sebenarnya paling tahu siswanya yang berprestasi. Itu cukup," katanya.

Ditanya alasan Unnes memberikan porsi besar pada SNMPTN undangan dibanding PTN-PTN lain, ia mengatakan, alasan pemberian porsi besar untuk jalur SNMPTN, terutama undangan adalah mengapresiasi keberhasilan pendidikan di sekolah.

"Kami selama ini sudah memberi porsi besar untuk calon mahasiswa lewat SNMPTN, terutama undangan. Karena itu, jika tahun depan tidak ada lagi SNMPTN tulis sebenarnya tidak ada pengaruhnya bagi kami," kata Sudijono.

Sementara itu, Universitas Diponegoro Semarang juga mengatakan akan mengikuti instruksi yang dikeluarkan pemerintah pusat mengenai SNMPTN pada tahun depan, jika memang SNMPTN tulis tahun depan jadi dihapus.

Rektor Undip Prof Sudharto P. Hadi mengakui, SNMPTN undangan merupakan pengakuan dan apresiasi kalangan perguruan tinggi terhadap hasil jerih payah guru dan sekolah mendidik siswa yang harus dibalas dengan kejujuran.

"Dalam artian, rekomendasi yang diberikan terhadap siswa yang ikut SNMPTN undangan harus valid dan benar. Kami akui, selama ini kami masih memberi porsi lebih besar melalui SNMPTN tulis dibanding undangan," katanya.