"Melalui program revitalisasi, diharapkan manajemen PG Rendeng bisa memperbaiki kinerjanya menjadi lebih baik, sehingga bisa meningkatkan kapasitas produksinya guna mendukung swasembada gula nasional," ujar Agus Hermanto selaku ketua rombongan DPR RI Komisi VI ketika melakukan kunjungan spesifik ke Pabrik Gula Rendeng Kudus, Kamis.

Anggota Komisi VI DPR RI, Hendrawan Supratikno membenarkan, dari delapan pabrik gula di wilayah PT PN IX, kinerja PG Rendeng Kudus memang cukup parah sehingga harus ditingkatkan agar lebih produktif lagi.

Kondisi serupa juga terjadi pada PG Gondang Klaten, katanya, membutuhkan kerja keras agar kinerjanya lebih bagus.

Sedangkan pabrik gula di wilayah PT PN IX yang mendapat rapor biru, yakni PG Tasikmadu dan PG Mojo, sementara pabrik yang potensial jika dibenahi manajemennya diperkirakan menjadi lebih baik, yakni PG Jatibarang dan PG Sragi.

Ia mengungkapkan, PG Rendeng tidak hanya dituntut memiliki kinerja yang lebih baik lagi, melainkan harus bisa bersaing dengan kompetitor yang ada di dekatnya, seperti PG Trangkil dan PG Pakis yang ada di Kabupaten Pati, Jateng.

Seharusnya, kata dia, PG Rendeng melihat pertumbuhan kompetitor terdekatnya yang bisa menghasilkan rendemen tebu yang lebih baik serta tidak menyampaikan sejumlah keluhan .