"Sumber air Seleses sudah hidup sejak tanggal 2 Januari," kata Direktur Teknis PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Yunus Slamet Riyadi di Semarang, Selasa.

Yunus mengatakan penambahan suplai air bersih bukan hanya berasal dari sumber air Seleses, tetapi sumur yang ada di daerah Gunungpati debit airnya juga meningkat.

Ia menyebutkan jika sebelumnya dari enam sumur yang ada debit airnya 100 liter per detik sekarang menjadi 135 liter per detik.

Terkait musim hujan yang biasanya air keruh, Yunus mengatakan PDAM terus mengolah air dan mengatasi kekeruhan air.

"Jika sudah mencapai 6.500 NTU maka dimatikan produksinya dan kembali dijalankan pada 3.500 NTU," katanya.

Yunus menambahkan untuk jebolnya tanggul Sungai Cabean sudah tidak berpengaruh terhadap suplai air PDAM Tirta Moedal Semarang.

"Sudah tidak ada masalah semuanya kembali normal," katanya.

Minggu (15/1) petugas PDAM terus berupaya mengeruk lumpur yang menutup saluran terbuka dari Waduk Klambu ke Instalasi Pengelolaan Air Kudu.

Akibat saluran tertutup lumpur sempat mengakibatkan gangguan pelayanan air kepada konsumen untuk sebagian wilayah di Kecamatan Genuk, Semarang Timur, dan Pedurungan.