Ma'had Al Jami'ah UIN Walisongo gelar "Haflah Akhirissanah"
Senin, 10 Juni 2024 11:28 WIB
Ma’had Al Jami’ah UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Haflah Akhirissanah pada Minggu (9/6/2024). Dok. UIN Walisongo
Semarang (ANTARA) - Ma’had Al Jami’ah UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Haflah Akhirissanah pada Minggu (9/6/2024).
Acara ini berlangsung di Gedung Prof. Tgk. Ismail Yakub di Kampus III UIN Walisongo dan dihadiri oleh 1.043 santri. Haflah tersebut merupakan puncak kegiatan setelah para santri menyelesaikan satu tahun pembelajaran di Ma’had UIN Walisongo.
Acara dibuka oleh Kepala Ma’had, KH. Ahmad Mutohar, M.Ag. dan dihadiri tamu undangan dari ustadz dan ustazah kajian kitab kuning. Acara berjalan meriah dengan menampilkan pertunjukan Rebana Ma’had Al Jami’ah dan penampilan dari para santri.
Ahmad Mutohar mengucapkan selamat kepada para santri yang telah menuntaskan pendidikan mereka selama satu semester di Ma’had.
Haflah ini menandai puncak dan penutupan program pembelajaran di Ma’had, dengan harapan bahwa para santri dapat mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh ke arah yang lebih baik, sehingga diharapkan mampu berkontribusi kepada masyarakat setelah lulus”.
Para santri di Ma’had Al-Jami’ah UIN Walisongo tidak hanya menerima pembelajaran agama, tetapi juga dibekali berbagai keterampilan yang diperlukan oleh mahasiswa saat ini.
Kegiatan sehari-hari di Ma’had mencakup pembinaan dan program akademik sepertinya pembelajaran Al-Qur’an dan Ma'had Perform yang menggunakan bahasa Arab dan Inggris, serta kegiatan konversasi dan muhadatsah yang diadakan setiap minggu, dengan harapan ini menjadi kebiasaan sehari-hari di Ma’had.
Melani Novita, mahasiswa terbaik Ma’had Al-Jami’ah, menyampaikan bahwa selama tinggal di Ma'had Al-Jami'ah Walisongo Semarang, banyak hal tak terlupakan. Santri diajarkan untuk selalu mengutamakan adab, menjadi lebih mandiri, bersabar, dan menerima segala sesuatu dengan lapang hati.
Selain itu, di Ma'had juga diajarkan ilmu yang sangat penting bagi kehidupan, yaitu ukhuwah Islamiyyah. Kehidupan di Ma'had mengajarkan santri untuk menjadi pribadi yang disiplin dan taat peraturan. Haflah Akhirussanah bukanlah akhir, tetapi awal dari pengabdian nyata. Kami mendapat amanah untuk menjadi santri yang hebat bagi masyarakat sekitar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan syahadah dan vandel kepada 10 santri Best Student yang terpilih, terdiri dari 7 santriwati dan 3 santri putra serta Ma’had Mitra. Acara ditutup dengan penampilan dari perfomance santri Ma'had yaitu dan drama dan musikalisasi puisi serta Ma’had voice dari perwakilan pengurus. ***
Acara ini berlangsung di Gedung Prof. Tgk. Ismail Yakub di Kampus III UIN Walisongo dan dihadiri oleh 1.043 santri. Haflah tersebut merupakan puncak kegiatan setelah para santri menyelesaikan satu tahun pembelajaran di Ma’had UIN Walisongo.
Acara dibuka oleh Kepala Ma’had, KH. Ahmad Mutohar, M.Ag. dan dihadiri tamu undangan dari ustadz dan ustazah kajian kitab kuning. Acara berjalan meriah dengan menampilkan pertunjukan Rebana Ma’had Al Jami’ah dan penampilan dari para santri.
Ahmad Mutohar mengucapkan selamat kepada para santri yang telah menuntaskan pendidikan mereka selama satu semester di Ma’had.
Haflah ini menandai puncak dan penutupan program pembelajaran di Ma’had, dengan harapan bahwa para santri dapat mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh ke arah yang lebih baik, sehingga diharapkan mampu berkontribusi kepada masyarakat setelah lulus”.
Para santri di Ma’had Al-Jami’ah UIN Walisongo tidak hanya menerima pembelajaran agama, tetapi juga dibekali berbagai keterampilan yang diperlukan oleh mahasiswa saat ini.
Kegiatan sehari-hari di Ma’had mencakup pembinaan dan program akademik sepertinya pembelajaran Al-Qur’an dan Ma'had Perform yang menggunakan bahasa Arab dan Inggris, serta kegiatan konversasi dan muhadatsah yang diadakan setiap minggu, dengan harapan ini menjadi kebiasaan sehari-hari di Ma’had.
Melani Novita, mahasiswa terbaik Ma’had Al-Jami’ah, menyampaikan bahwa selama tinggal di Ma'had Al-Jami'ah Walisongo Semarang, banyak hal tak terlupakan. Santri diajarkan untuk selalu mengutamakan adab, menjadi lebih mandiri, bersabar, dan menerima segala sesuatu dengan lapang hati.
Selain itu, di Ma'had juga diajarkan ilmu yang sangat penting bagi kehidupan, yaitu ukhuwah Islamiyyah. Kehidupan di Ma'had mengajarkan santri untuk menjadi pribadi yang disiplin dan taat peraturan. Haflah Akhirussanah bukanlah akhir, tetapi awal dari pengabdian nyata. Kami mendapat amanah untuk menjadi santri yang hebat bagi masyarakat sekitar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan syahadah dan vandel kepada 10 santri Best Student yang terpilih, terdiri dari 7 santriwati dan 3 santri putra serta Ma’had Mitra. Acara ditutup dengan penampilan dari perfomance santri Ma'had yaitu dan drama dan musikalisasi puisi serta Ma’had voice dari perwakilan pengurus. ***
Pewarta : Nur Istibsaroh/ksm
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prof A. Umar tekankan kepemimpinan visioner untuk selamatkan madrasah dari ketertinggalan
16 February 2026 5:43 WIB
Tak cukup niat baik, Prof Fahrurrozi serukan tata kelola profesional di lembaga islam
15 February 2026 17:44 WIB
Prof Fihris: Pendidikan islam harus jadi ruang aman bagi dialog, bukan arena eksklusivisme
15 February 2026 17:31 WIB
Prof. Ali Murtadho tawarkan rekonstuksi paradigma ekonomi islam integratif-humanistik
15 February 2026 11:46 WIB
Prof. Ali Imron: Hukum Perdata Islam harus hidup berdialog dengan realitas sosial
15 February 2026 9:44 WIB
Teologi Digital Wasathiyyah, Prof. Mudhofi menawarkan jalan tengah hadapi AI dan polarisasi keagamaan
15 February 2026 9:22 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Prof A. Umar tekankan kepemimpinan visioner untuk selamatkan madrasah dari ketertinggalan
16 February 2026 5:43 WIB
Tak cukup niat baik, Prof Fahrurrozi serukan tata kelola profesional di lembaga islam
15 February 2026 17:44 WIB
Prof Fihris: Pendidikan islam harus jadi ruang aman bagi dialog, bukan arena eksklusivisme
15 February 2026 17:31 WIB
Prof. Ali Murtadho tawarkan rekonstuksi paradigma ekonomi islam integratif-humanistik
15 February 2026 11:46 WIB
Prof. Ali Imron: Hukum Perdata Islam harus hidup berdialog dengan realitas sosial
15 February 2026 9:44 WIB