Meningkatkan mutu pendidikan melalui Proasif di Kendal
Sabtu, 8 Juni 2024 19:35 WIB
Program ini, yang dikenal sebagai Program Kolaborasi Intensif (Proasif), menyasar berbagai pemangku kepentingan. Dok. Pribadi
Semarang (ANTARA) - Rapor pendidikan telah menjadi cerminan keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar di lingkungan sekolah. Hal ini seharusnya menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama, bukan hanya oleh murid dan guru, tetapi juga oleh masyarakat. Keberhasilan praktik pendidikan di sekolah sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak yang terlibat.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, Ninik Chaeroni, M.Pd., menggagas sebuah program kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi. Program ini, yang dikenal sebagai Program Kolaborasi Intensif (Proasif), menyasar berbagai pemangku kepentingan, termasuk semua sekolah dasar, pengawas sekolah dasar, guru penggerak, komunitas belajar guru, kepala sekolah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, komunitas literasi-numerasi, mitra pembangunan Tanoto Foundation, perusahaan, serta organisasi non-pemerintah (NGO).
Kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai tahapan kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta refleksi dan tindak lanjut. Pada tahap perencanaan, dilakukan telaah terhadap rapor pendidikan pada dimensi literasi dan numerasi untuk mengidentifikasi akar masalah dan menemukan solusi yang tepat. Melalui analisis tersebut, Disdikbud Kendal merancang Proasif sebagai strategi peningkatan rapor pendidikan di sekolah maupun daerah.
"Kami berharap Proasif dapat menjadi motor penggerak untuk meningkatkan kualitas literasi dan numerasi di Kabupaten Kendal. Melalui program ini, kami berusaha menjawab tantangan pendidikan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat," harap Ninik Chaeroni, Kepala Bidang Pembinaan SD, yang juga menjadi fasilitator Tanoto Foundation sejak 2019.
Proasif disosialisasikan melalui kegiatan peluncuran resmi yang dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Juni 2024, di Aula SD Negeri 2 Pegulon, Kabupaten Kendal. Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Drs. Ferinando RAD Bonay, dan dilakukan secara hybrid melalui kanal Kendal Pintar Berbagi. Peluncuran ini diikuti oleh seluruh sekolah, pengawas sekolah, komunitas literasi-numerasi, serta pemangku kepentingan lain di wilayah Disdikbud Kendal. Acara ini juga menandai komitmen bersama untuk menyukseskan kolaborasi intensif sebagai tanggung jawab dan kepedulian terhadap pendidikan.
Untuk mewujudkan tujuan Proasif, yaitu meningkatkan literasi dan numerasi, diadakan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi pendidik. Kegiatan ini meliputi lokakarya
bimbingan teknis, serta pendampingan berkelanjutan. Materi yang disampaikan mencakup kurikulum terintegrasi budaya baca, strategi pembiasaan, pembelajaran, dan asesmen literasi-numerasi, peran serta masyarakat, supervisi literasi-numerasi, optimalisasi teknologi dalam peningkatan literasi-numerasi, serta berbagi praktik baik literasi dan numerasi. Pendampingan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan hasil kegiatan serta monitoring keterlaksanaan di sekolah.
Ninik menambahkan, "Kami ingin para pendidik mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk mengimplementasikan strategi-strategi literasi dan numerasi yang efektif di kelas. Kolaborasi yang baik akan memperkuat pendidikan di daerah kita."
Selain kegiatan di lapangan, Disdikbud Kendal juga mengusulkan peraturan bupati (Perbup) tentang literasi-numerasi sebagai bagian dari kebijakan regulasi Proasif. Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen nyata Disdikbud Kendal dalam meningkatkan literasi dan numerasi di Kabupaten Kendal.
Dengan program Proasif, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kendal akan semakin meningkat, dan kolaborasi antara semua pemangku kepentingan dapat terjalin dengan baik demi tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik. ***
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, Ninik Chaeroni, M.Pd., menggagas sebuah program kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi. Program ini, yang dikenal sebagai Program Kolaborasi Intensif (Proasif), menyasar berbagai pemangku kepentingan, termasuk semua sekolah dasar, pengawas sekolah dasar, guru penggerak, komunitas belajar guru, kepala sekolah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, komunitas literasi-numerasi, mitra pembangunan Tanoto Foundation, perusahaan, serta organisasi non-pemerintah (NGO).
Kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai tahapan kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta refleksi dan tindak lanjut. Pada tahap perencanaan, dilakukan telaah terhadap rapor pendidikan pada dimensi literasi dan numerasi untuk mengidentifikasi akar masalah dan menemukan solusi yang tepat. Melalui analisis tersebut, Disdikbud Kendal merancang Proasif sebagai strategi peningkatan rapor pendidikan di sekolah maupun daerah.
"Kami berharap Proasif dapat menjadi motor penggerak untuk meningkatkan kualitas literasi dan numerasi di Kabupaten Kendal. Melalui program ini, kami berusaha menjawab tantangan pendidikan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat," harap Ninik Chaeroni, Kepala Bidang Pembinaan SD, yang juga menjadi fasilitator Tanoto Foundation sejak 2019.
Proasif disosialisasikan melalui kegiatan peluncuran resmi yang dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Juni 2024, di Aula SD Negeri 2 Pegulon, Kabupaten Kendal. Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Drs. Ferinando RAD Bonay, dan dilakukan secara hybrid melalui kanal Kendal Pintar Berbagi. Peluncuran ini diikuti oleh seluruh sekolah, pengawas sekolah, komunitas literasi-numerasi, serta pemangku kepentingan lain di wilayah Disdikbud Kendal. Acara ini juga menandai komitmen bersama untuk menyukseskan kolaborasi intensif sebagai tanggung jawab dan kepedulian terhadap pendidikan.
Untuk mewujudkan tujuan Proasif, yaitu meningkatkan literasi dan numerasi, diadakan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi pendidik. Kegiatan ini meliputi lokakarya
bimbingan teknis, serta pendampingan berkelanjutan. Materi yang disampaikan mencakup kurikulum terintegrasi budaya baca, strategi pembiasaan, pembelajaran, dan asesmen literasi-numerasi, peran serta masyarakat, supervisi literasi-numerasi, optimalisasi teknologi dalam peningkatan literasi-numerasi, serta berbagi praktik baik literasi dan numerasi. Pendampingan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan hasil kegiatan serta monitoring keterlaksanaan di sekolah.
Ninik menambahkan, "Kami ingin para pendidik mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk mengimplementasikan strategi-strategi literasi dan numerasi yang efektif di kelas. Kolaborasi yang baik akan memperkuat pendidikan di daerah kita."
Selain kegiatan di lapangan, Disdikbud Kendal juga mengusulkan peraturan bupati (Perbup) tentang literasi-numerasi sebagai bagian dari kebijakan regulasi Proasif. Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen nyata Disdikbud Kendal dalam meningkatkan literasi dan numerasi di Kabupaten Kendal.
Dengan program Proasif, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kendal akan semakin meningkat, dan kolaborasi antara semua pemangku kepentingan dapat terjalin dengan baik demi tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik. ***
Pewarta : Nur Istibsaroh/ksm
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SERUNI, ajang aktualisasi diri warga sekolah dalam penguatan literasi numerasi
28 November 2025 8:52 WIB
Menggali kearifan lokal Semarang melalui Buku Pop Up Interaktif dan Praktik Pembuatan Jamu Jun
23 November 2025 19:57 WIB
Beasiswa liputan pendidikan untuk jurnalis Indonesia dari Tanoto Foundation
02 October 2025 8:57 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Inovasi Hydrozea dari mahasiswa Teknik Kimia UMS, hidrogel ramah lingkungan dari limbah kulit jagung
05 February 2026 15:26 WIB
Disdikpora Kudus minta siswa SD-SMP ikuti tes kompetensi akademik Kemendikdasmen
04 February 2026 19:39 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong literasi digital di MTs Muhammadiyah 5 Jumantono
04 February 2026 15:02 WIB
Dinkes Semarang minta puskesmas memberi edukasi masyarakat soal virus Nipah
04 February 2026 8:39 WIB
Para siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat belajar hidup di desa lewat kegiatan live in
03 February 2026 17:26 WIB