Solo (ANTARA) -
Operator perhotelan asal Solo berupaya menangkap tingginya peluang pasar konsumen bintang 4 yang saat ini makin banyak di Indonesia.
 
"Indonesia saat ini sudah masuk kelas menengah atas, kami di grup Azana menerima permintaan MICE dan hotel bintang 4 makin tinggi," kata CEO Azana Hotels and Resorts Dicky Sumarsono di Solo, Rabu.
 
Ia mengatakan saat ini lebih banyak konsumen atau wisatawan yang menanyakan ketersediaan hotel bintang empat dibandingkan hotel bintang di bawahnya. Melihat peluang tersebut, sejak awal tahun ini pihaknya gencar mengembangkan hotel bintang 4 di Indonesia. 
 
"Kami sudah ada 16 hotel, sampai akhir tahun ini harapannya sampai 23 hotel bintang 4," katanya. 
 
Ia mengatakan tingginya permintaan terhadap hotel bintang 4 bukan hanya datang dari tamu perorangan atau leisure tetapi juga dari instansi pemerintah maupun perusahaan. 
 
"Meeting, staycation didominasi oleh bintang 4. Memang permintaan ini melesat di tahun 2022. Dari 75 hotel yang kami kelola di Indonesia, rangking satu ada hotel bintang 4 di Cilacap. Bahkan ini bisa jual 750 kamar/bulan. Di rangking dua hingga empat juga dipegang oleh bintang 4," katanya. 
 
Sementara itu, sampai dengan akhir tahun 2023, Azana akan mengelola sebanyak 86 hotel dengan total 5.600 kamar.
 
"Termasuk 23 hotel bintang 4, 20 villa dan resort, serta 43 hotel budget dan bintang 3," katanya. 
 
Ia mengatakan ekspansi pasar dilakukan karena melihat permintaan yang kuat dari wisatawan yang mencari akomodasi bintang 4 yang berkualitas tinggi.
 
"Dengan memperluas jaringan hotel Azana, kami berharap dapat berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata Indonesia secara keseluruhan," katanya.

Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024