Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengatakan semangat Bhinneka Tinggal Ika harus dirawat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh masyarakat.

"Bukan hanya sekadar slogan," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Jumat.

Semangat tersebut antara lain terwujud dalam kehidupan yang rukun, toleran, dan tenggang rasa.

Pawai Kota Magelang Rumah Bersama dirangkai dengan Tarhip Ramadhan di alun-alun setempat pada Selasa (21/3), cermin atas kerukunan dan toleransi antarumat beragama di daerah itu.

Kegiatan itu, antara lain dimeriahkan drumband Genderang Suling Canka Lokananta Akmil Magelang, Tari Soreng dari SMA Negeri 1 Magelang, dan beberapa atraksi budaya dari masyarakat, sedangkan Tarhib Ramadhan melibatkan 3.000 siswa SMP, 600 siswa SD, dan 600 siswa TK.

Ia mengatakan kegiatan itu momentum menunjukkan bahwa daerah setempat bisa menjadi rumah bersama dan kota toleran.

Ia juga mengajak umat Islam menyambut Ramadhan dengan baik agar mendapat berkah di bulan yang mulia ini.

Semua pemeluk agama, baik itu Islam, Kristen, Katolik, Budhha, Hindu, maupun Konghucu harus bisa menerapkan tepa salira, orang kaya juga tepa salira kepada yang miskin, dan guru harus menyayangi dengan murid, demikian juga sebaliknya.

"Kita jaga Kota Magelang agar selalu kondusif. Saya berharap di Kota Magelang ada kesetaraan, semangat, tepa salira. Karena tepa salira ini yang menjadi dasar kita untuk bahagia," kata Aziz.

Pada kesempatan itu, pejabat Forkopimda Kota Magelang, Kepala Kemenag Kota Magelang, dan ketua FKUB menandatangani Deklarasi Magelang Rumah Bersama, sebagai tekad masyarakat untuk setia dan menjunjung tinggi NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

Selain itu, secara aktif menjadikan Kota Magelang sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan harmonis.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Imam Baihaqi mengemukakan pawai ini menyiratkan toleransi dan kebinekaan seluruh agama, ras, dan etnis di daerah tersebut.

Ia mengatakan Tarhib Ramadhan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak berkaitan dengan Bulan Ramadhan yang akan dijalani umat Islam. Anak-anak dari TK sampai SMP diajak menyambut Ramadhan dengan gembira dengan membuat atribut dan slogan untuk menjaga kesucian Ramadhan.

"Kegiatan ini untuk menanamkan religius kepada anak-anak. Harapannya pendidikan karakter sudah masuk, sehingga anak-anak memiliki akhlak mulia dan budi pekerti yang baik, untuk dilakukan di rumah di sekolah dan di masyarakat," kata dia.

 

Pewarta : Hari
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024