Atlet Popda Kudus diusulkan didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan
Rabu, 1 Maret 2023 8:28 WIB
Atlet pencak silat bertanding pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang berlangsung 19-25 Februari 2023. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (ANTARA) - Atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah akan diusulkan untuk didaftarkan sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sebagai antisipasi biaya pengobatan bagi atlet yang cedera selama pertandingan.
"Sebetulnya, setiap atlet yang mengikuti pertandingan resmi, terutama atlet beladiri sudah paham risikonya, termasuk pelatihnya yang sudah berlisensi," kata Ketua Panitia Pelaksana Popda Kudus Cabang Olahraga Pencak Silat, Muhammad Nur Hasyim ditemui di sela jumpa pers terkait atlet pencak silat yang cedera saat Popda di aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kudus, Selasa.
Hadir dalam konferensi pers tersebut, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kudus Khodori didampingi Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Olahraga Widhoro Heriyanto.
Sebelumnya, kata dia, sudah ada sosialisasi dan persiapan Popda. Bahkan, petunjuk teknisnya antara pelaksanaan di tingkat lokal Kudus dengan di tingkat provinsi juga sama bahwa panitia ikut bertanggung jawab, di antaranya mempersiapkan tim medis ketika ada atlet yang cedera serta jika ada peserta yang memerlukan perawatan rumah sakit, tanggung jawabnya pengirim atau kontingen.
Dengan adanya kasus salah satu atlet pencak silat bernama Aira Cintia Cahaya yang mengalami cedera dan membutuhkan biaya yang besar pada saat Popda yang berlangsung pada 19-25 Februari 2023, nantinya pada pertandingan resmi berikutnya diusulkan didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan.
Usulan tersebut, kata Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kudus tersebut, akan disampaikan kepada tim ofisial serta ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga.
"Jika nantinya dinas terkait siap membantu, tentunya sangat diharapkan. Akan tetapi, ketika tidak ada, tentunya akan dibicarakan bersama ofisial," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus Rustina ketika ditanya apakah atlet bisa didaftarkan menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan mengungkapkan bahwa atlet pun bisa didaftarkan, meskipun hanya saat mengikuti turnamen.
Bahkan, kata dia, atlet tersebut bisa didaftarkan ketika masih menjalani latihan persiapan menghadapi turnamen, sehingga ketika terjadi risiko cedera saat latihan maupun turnamen bisa dibiayai oleh BPJS Ketenagakerjaan hingga sembuh.
"Bahkan, selama menjalani perawatan seperti halnya atlet Popda yang diberitakan mengalami cedera tangan hingga patah juga akan mendapatkan manfaat lain selain pengobatan hingga sembuh," ujarnya.
Baca juga: BPJAMSOSTEK Ungaran bersama legislator sosialisasikan program ke pekerja BPU
"Sebetulnya, setiap atlet yang mengikuti pertandingan resmi, terutama atlet beladiri sudah paham risikonya, termasuk pelatihnya yang sudah berlisensi," kata Ketua Panitia Pelaksana Popda Kudus Cabang Olahraga Pencak Silat, Muhammad Nur Hasyim ditemui di sela jumpa pers terkait atlet pencak silat yang cedera saat Popda di aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kudus, Selasa.
Hadir dalam konferensi pers tersebut, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kudus Khodori didampingi Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Olahraga Widhoro Heriyanto.
Sebelumnya, kata dia, sudah ada sosialisasi dan persiapan Popda. Bahkan, petunjuk teknisnya antara pelaksanaan di tingkat lokal Kudus dengan di tingkat provinsi juga sama bahwa panitia ikut bertanggung jawab, di antaranya mempersiapkan tim medis ketika ada atlet yang cedera serta jika ada peserta yang memerlukan perawatan rumah sakit, tanggung jawabnya pengirim atau kontingen.
Dengan adanya kasus salah satu atlet pencak silat bernama Aira Cintia Cahaya yang mengalami cedera dan membutuhkan biaya yang besar pada saat Popda yang berlangsung pada 19-25 Februari 2023, nantinya pada pertandingan resmi berikutnya diusulkan didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan.
Usulan tersebut, kata Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kudus tersebut, akan disampaikan kepada tim ofisial serta ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga.
"Jika nantinya dinas terkait siap membantu, tentunya sangat diharapkan. Akan tetapi, ketika tidak ada, tentunya akan dibicarakan bersama ofisial," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus Rustina ketika ditanya apakah atlet bisa didaftarkan menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan mengungkapkan bahwa atlet pun bisa didaftarkan, meskipun hanya saat mengikuti turnamen.
Bahkan, kata dia, atlet tersebut bisa didaftarkan ketika masih menjalani latihan persiapan menghadapi turnamen, sehingga ketika terjadi risiko cedera saat latihan maupun turnamen bisa dibiayai oleh BPJS Ketenagakerjaan hingga sembuh.
"Bahkan, selama menjalani perawatan seperti halnya atlet Popda yang diberitakan mengalami cedera tangan hingga patah juga akan mendapatkan manfaat lain selain pengobatan hingga sembuh," ujarnya.
Baca juga: BPJAMSOSTEK Ungaran bersama legislator sosialisasikan program ke pekerja BPU
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Ketenagakerjaan gandeng BNI dorong masyarakat bijak kelola keuangan
17 September 2026 13:32 WIB
UMK Kudus gandeng BPJAMSOSTEK untuk melindungi peserta lomba voli Dekan Cup
15 September 2026 13:29 WIB
BPJS Ketenagakerjaan serahkan manfaat Rp126 juta kepada ahli waris perangkat Desa Sabrang Delanggu Klaten
11 September 2026 9:04 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Surakarta dorong perusahaan ikut program jaminan pensiun
09 September 2026 19:24 WIB
Azana Hospitality raih Jamsostek Star Bintang Lima 2026 atas komitmen perlindungan 1.000 pekerja
08 September 2026 14:05 WIB
BPJS Ketenagakerjaan ajak generasi muda rencanakan masa pensiun sejak pekerjaan pertama
07 September 2026 18:00 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Kuliah Umum FK UMS, Wamenkes Benjamin bahas tantangan dokter dan tenaga medis
17 September 2026 14:48 WIB
UMS perkuat literasi kesehatan masyarakat lewat edukasi obat antinyeri dan bahan alam
16 September 2026 19:44 WIB
Pemprov kerahkan dokter spesialis untuk membantu warga terdampak kebakaran TPA
05 September 2026 17:17 WIB
Banyumas menargetkan perolehan Bulan Dana PMI 2026 mencapai Rp2,5 miliar
02 September 2026 12:53 WIB
Skrining kesehatan mata menemukan 250 siswa SD di Kudus mengalami gangguan
01 September 2026 15:53 WIB