Semarang (ANTARA) - Sejumlah warga yang terdampak reaktivasi jalur kereta api rute Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, menerima santunan dari pemerintah.

Penyerahan santunan reaktivasi secara simbolis dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada warga terdampak di Kantor Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Jawa Tengah, Selasa.

"Sebenarnya tanahnya juga milik PT KAI, tapi negara tidak asal, ayo minggir. Ada yang sampai Rp2 miliar lebih, yang terkecil tadi Rp4 juta, tapi kandang ayam empat meter persegi. Jadi, artinya pemerintah serius menghargai apa yang sudah ada dalam sejarah di mana masyarakat menempati di situ," kata Ganjar.

Baca juga: Rel KA Purwokerto-Wonosobo perlu dihidupkan kembali

Orang nomor satu di Jateng itu mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang berkomitmen melibatkan masyarakat dalam reaktivasi jalur kereta api sekaligus berharap warga yang menerima santunan bisa mempergunakannya dengan baik.

"Insyaallah ini juga jadi ibadah panjenengan. Saya titip uangnya digunakan untuk kebutuhan rumah saja, setelah itu yang lain-lain. Pak, jangan dipakai nikah lagi ya, gunakan untuk yang bermanfaat saja," ujar Ganjar disambut tawa warga.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Putu Sumarjaya menyebutkan total santunan reaktivasi sebesar Rp15 miliar yang diberikan kepada warga dan prosesnya telah berlangsung sejak 2021.

"Progres reaktivasi rel dari total dua kilometer, sudah selesai 1,6 kilometer. Ini tersisa 400 meter saja. Kita target tahun 2023 sudah beroperasi," katanya.

Salah seorang warga, Dwi Rohmat (70) mengaku senang akhirnya menerima santunan reaktivasi.

"Alhamdulillah, meskipun saya dapatnya tidak begitu banyak karena cuma sepetak bengkel. Nanti, uangnya ya untuk buka usaha lagi," ujarnya.

Baca juga: Reaktivasi jalur kereta api Semarang-Rembang jadi prioritas
Baca juga: KAI survei prareaktivasi jalur rel Purwokerto-Wonosobo
 

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024