Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengingatkan pada satuan pendidikan agar mematuhi protokol kesehatan ketat pada saat penerapan pembelajaran tatap muka kapasitas 100 persen di semua jenjang pendidikan yang rencananya dimulai Februari 2022.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Zainul Hakim di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa pemkot akan memberlakukan PTM 100 persen untuk semua satuan jenjang pendidikan pada Februari 2022 sehingga tenaga pendidikan, siswa, maupun pekerja di lingkungan satuan pendidikan harus tetap mematuhi prokes ketat.

"Penerapan PTM 100 persen mengacu pada kebijakan Pemerintah pusat baik instruksi Kementerian Dalam Negeri, surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, dan instruksi Wali Kota Pekalongan," katanya.

Menurut dia, kegiatan PTM 100 persen sudah dilakukan di sejumlah sekolah sejak 10 Januari 2022 namun rencananya pada Februari 2022 akan diberlakukan di semua satuan jenjang pendidikan.

Pemkot Pekalongan, kata dia, akan tetap memberikan syarat mutlak bagi sekolah agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan juga perlu memperhatikan sarana dan prasarana yang memadai, serta kapasitas ruang kelas.

"Secara teknis, terkait kapasitas ruang kelas masing-masing sekolah pasti berbeda tetapi kami akan menerapkan jaga jarak (social distancing). Jika kelas tidak memiliki ruangan yang luas maka bisa menggunakan metode shift dengan mengatur waktu kegiatan belajar mengajar," katanya.

Zainul mengatakan terkait kriteria vaksinasi dalam menyiapkan PTM 100 persen baik tenaga pendidik, asn maupun pekerja di lingkungan satuan pendidikan sudah melampaui target, termasuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang persentasenya semakin meningkat.

"Dengan capaian vaksinasi yang semakin meningkat maka diharapkan mampu mendukung kelancaran PTM 100 persen sehingga target penerapan PTM 100 persen di seluruh satuan jenjang pendidikan dapat terwujud," katanya.

Ia mengimbau orang tua siswa tetap memantau kesiapan anak saat akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lancar dan aman.

"Kami mengimbau pada orang tua siswa memberikan bekal makanan dan minuman saat anak akan berangkat ke sekolah sehingga pada jam istirahat tidak perlu keluar kelas atau keluar sekolah untuk menghindari kerumunan," katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri menegaskan pada seluruh satuan pendidikan dalam menyelenggarakan PTM 100 persen tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga orang tua tidak ragu untuk mengizinkan anaknya mengikuti KBM di sekolah.

"Untuk seluruh satuan pendidikan jangan kendor menerapkan prokes pada PTM 100 persen ini, yakinkan kepada orang tua bahwa PTM 100 persen ini akan berlangsung aman," katanya.

 

Pewarta : Kutnadi
Editor : Antarajateng
Copyright © ANTARA 2024