Cilacap (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Banyumas, Jawa Tengah, menilai animo masyarakat terhadap beras Fortivit mulai meningkat karena bahan pangan itu mengandung berbagai vitamin dan zinc sehingga dapat meningkatkan imun dan mengatasi tengkes (stunting).

"Memang hingga saat ini, kami masih mengenalkan masyarakat dengan beras Fortivit yang diolah dari beras lokal dan diberi vitamin atau kernel fortifikasi (tepung beras yang dicampur dengan vitamin dan zat gizi lainnya, red.)," kata Pemimpin Cabang Perum Bulog Banyumas Dani Satrio Cilacap, Senin.

Ia mengatakan hal itu kepada wartawan saat kegiatan vaksinasi COVID-19 dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Korem 071/Wijayakusuma yang digelar Kodim 0703/Cilacap bekerja sama dengan Bulog Cabang Banyumas di Kompleks Pergudangan Gumilir, Cilacap.

Menurut dia, beras Fortivit yang diproduksi Bulog Banyumas di Kompleks Pergudangan Gumilir, Cilacap, berasal dari beras yang diproduksi petani Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.

"Kapasitas produksinya mencapai 2 ton per hari dan stok saat ini sekitar 20 ton. Setiap ada pesanan, kami langsung bikin," katanya menjelaskan.

Kendati masih masa pengenalan, dia mengakui animo masyarakat terhadap beras Fortivit terus meningkat kandungan vitamin dan zinc dalam beras tersebut dinilai dapat meningkatkan imun dan mengatasi tengkes.

Menurut dia, cara memasak beras Fortivit tersebut sama seperti beras yang biasa dikonsumsi masyarakat.

"Harga jual beras Fortivit hanya Rp12.000 per kilogram. Saya rasa tidak mahal untuk beras yang mengandung vitamin dan zinc jika dibandingkan dengan beras-beras di pasaran," katanya.

Disinggung mengenai ketersediaan beras di gudang Bulog Banyumas, Dani mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 18.000 ton setara beras sehingga masih aman hingga akhir tahun 2021.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga masih melaksanakan pengadaan pangan dan hingga saat ini telah mencapai 16.000 ton setara beras dari target tahun 2021 yang sebesar 33.300 ton setara beras.

"Semoga hingga akhir tahun bisa mendekati 30.000 ton, syukur bisa mencapai target yang sebesar 33.300 ton," katanya.

Ia mengakui volume gabah yang masuk ke gudang Bulog Banyumas dalam beberapa waktu terakhir tidak sebesar sebelumnya karena saat sekarang sedang berlangsung musim kemarau, sehingga tidak banyak area persawahan yang memasuki masa panen.

Menurut dia, volume beras yang masuk gudang Bulog Banyumas saat sekarang berkisar 160-200 ton setara beras per hari, sebelumnya bisa mencapai lebih dari 250 ton setara beras per hari.

"Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di Banyumas karena stok gabah di Bulog Banyumas dalam posisi aman karena kami juga mengelola cadangan beras pemerintah yang siap digelontorkan jika terjadi apa-apa, seperti bencana dan sebagainya," kata Dani.

 

Pewarta : Sumarwoto
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024