Semarang (ANTARA) - Stasiun Tawang Semarang, Jawa Tengah,  belum bisa digunakan untuk melayani aktivitas naik dan turun penumpang kereta api karena masih tergenang banjir akibat hujan deras pada Selasa (23/2).

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro di Semarang, Rabu, mengatakan, banjir yang menggenangi stasiun di kawasan Kota Lama Semarang itu sudah surut jika di banding hari sebelumnya.

"Ketinggian air di peron yang kemarin mencapai 75 cm, hari ini sudah turun jadi 50 cm," katanya.

Baca juga: Stasiun Tawang Semarang kembali terendam banjir

Ketinggian air di akses masuk menuju Stasiun Tawang, lanjut dia, juga sudah berkurang di banding sehari sebelumnya.

Menurut dia, aktivitas naik dan turun penumpang masih dialihkan di Stasiun Poncol Semarang. "Pelayanan penumpang yang naik atau turun, serta layanan bebas COVID-19 untuk sementara dilayani di Stasiun Poncol," katanya.

Ia menuturkan jadwal perjalanan KA tetap berjalan seperti biasa meski masih ada titik rel yang terendam banjir dengan ketinggian antara 14 hingga 23 cm.

"KA tetap beroperasi dengan ditarik lokomotif hidrolik yang khusus digunakan untuk melewati genangan air," katanya.

Ia menjelaskan upaya penanganan banjir ini terus dilakukan dengan mengoperasikan 9 pompa pengendali banjir.

Baca juga: Ganjar cek penyebab banjir di kompleks kantor gubernur
Baca juga: Kota Semarang kembali banjir, hujan lebat diduga jadi penyebab

Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024