Skor indeks pencapaian RML Semen Gresik lampaui target
Minggu, 31 Januari 2021 11:46 WIB
Melalui penilaian konsultan Independen, PT. Semen Gresik (SG) melaksanakan penilaian risk maturity level (RML) untuk pertama kalinya di lingkup organisasi perusahaan sebagai evaluasi kematangan penerapan enterprise risk management (ERM) yang telah dan sedang dijalankan perusahaan. Dok. Semen Gresik
Rembang (ANTARA) - PT Semen Gresik (SG) melakukan penilaian risk maturity level (RML) di lingkup organisasi perusahaan dengan tujuan mengevaluasi kematangan penerapan enterprise risk management (ERM) yang telah dan sedang dijalankan perusahaan.
Kepala Biro Legal dan GRC Semen Gresik Ahmad Jibril mengatakan penilaian RML dilakukan untuk menyajikan hasil evaluasi awal (pengukuran dan pengujian) berupa gambaran kondisi aktual penerapan ERM di PT Semen Gresik.
Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia Tbk. (Persero) atau SIG, katanya, penilaian ini juga bermaksud untuk mengidentifikasi dan menunjukkan aspek-aspek ERM yang telah berjalan baik maupun yang masih memerlukan penyempurnaan dan/atau pengembangan serta usulan rekomendasinya termasuk roadmap tiga tahun ke depan.
"Supaya bisa lebih mengoptimalkan penerapan ERM di PT Semen Gresik. Selain itu juga untuk mengetahui dan me-review tingkat kematangan (maturity level) implementasi ERM di lingkup perusahaan," kata pria yang akrab disapa Jibril itu dalam siaran persnya, Minggu, (31/01).
Dia melanjutkan penilaian RML di lingkup Semen Gresik baru pertama kali dilakukan pada tahun 2020 kemarin. Hasilnya Semen Gresik mendapatkan skor pencapaian total 51 persen dengan indeks pencapaian senilai 3,49 dan tingkat maturitasnya repeatable.
Jibril mengatakan level repeatable menjelaskan kerangka sistem manajemen risiko telah dikembangkan dan dijamin dapat dijalankan secara repetitive.
Hal ini ditandai oleh kapabilitas para pelaku sistem yang telah ditingkatkan secara bertahap dan alokasi anggaran untuk pengendalian risiko pun telah dilakukan.
"Ini sudah cukup bagus karena target awal kami berada di level initial. Kami bekerja sama dengan konsultan independen untuk RML assessment supaya menghasilkan penilaian yang objektif," kata Jibril.
Jibril menggarisbawahi Semen Gresik punya banyak peluang dan sumber daya untuk meningkatkan indeks pencapaian yang diraih tahun 2020 kemarin.
Terpenting yang perlu dilakukan yaitu menanamkan budaya manajemen risiko ke seluruh pegawai dan membiasakan mereka untuk melakukan analisis risiko pada setiap pengambilan keputusan.
Selain itu, diperlukan juga meningkatkan kompetensi untuk masing-masing risk officer di setiap unit. Tujuannya untuk mengkatalisasi percepatan budaya manajemen risiko. "Untuk tahun 2021 kami menargetkan bisa mendapatkan indeks pencapaian senilai 3,6," pungkas Jibril. ***
Kepala Biro Legal dan GRC Semen Gresik Ahmad Jibril mengatakan penilaian RML dilakukan untuk menyajikan hasil evaluasi awal (pengukuran dan pengujian) berupa gambaran kondisi aktual penerapan ERM di PT Semen Gresik.
Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia Tbk. (Persero) atau SIG, katanya, penilaian ini juga bermaksud untuk mengidentifikasi dan menunjukkan aspek-aspek ERM yang telah berjalan baik maupun yang masih memerlukan penyempurnaan dan/atau pengembangan serta usulan rekomendasinya termasuk roadmap tiga tahun ke depan.
"Supaya bisa lebih mengoptimalkan penerapan ERM di PT Semen Gresik. Selain itu juga untuk mengetahui dan me-review tingkat kematangan (maturity level) implementasi ERM di lingkup perusahaan," kata pria yang akrab disapa Jibril itu dalam siaran persnya, Minggu, (31/01).
Dia melanjutkan penilaian RML di lingkup Semen Gresik baru pertama kali dilakukan pada tahun 2020 kemarin. Hasilnya Semen Gresik mendapatkan skor pencapaian total 51 persen dengan indeks pencapaian senilai 3,49 dan tingkat maturitasnya repeatable.
Jibril mengatakan level repeatable menjelaskan kerangka sistem manajemen risiko telah dikembangkan dan dijamin dapat dijalankan secara repetitive.
Hal ini ditandai oleh kapabilitas para pelaku sistem yang telah ditingkatkan secara bertahap dan alokasi anggaran untuk pengendalian risiko pun telah dilakukan.
"Ini sudah cukup bagus karena target awal kami berada di level initial. Kami bekerja sama dengan konsultan independen untuk RML assessment supaya menghasilkan penilaian yang objektif," kata Jibril.
Jibril menggarisbawahi Semen Gresik punya banyak peluang dan sumber daya untuk meningkatkan indeks pencapaian yang diraih tahun 2020 kemarin.
Terpenting yang perlu dilakukan yaitu menanamkan budaya manajemen risiko ke seluruh pegawai dan membiasakan mereka untuk melakukan analisis risiko pada setiap pengambilan keputusan.
Selain itu, diperlukan juga meningkatkan kompetensi untuk masing-masing risk officer di setiap unit. Tujuannya untuk mengkatalisasi percepatan budaya manajemen risiko. "Untuk tahun 2021 kami menargetkan bisa mendapatkan indeks pencapaian senilai 3,6," pungkas Jibril. ***
Pewarta : KSM
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dirut Semen Gresik dorong seluruh insan berinovasi guna menjawab tantangan masa depan
08 September 2026 18:22 WIB
Semen Gresik salurkan bantuan tanggap darurat bencana bagi korban gempa di Nagekeo NTT
28 August 2026 23:01 WIB
Semen Gresik raih TOP BRAND AWARDS 2026, bukti tetap menjadi pilihan masyarakat Indonesia
05 August 2026 16:15 WIB
Konsisten terapkan industri hijau, Semen Gresik sabet penghargaan Jateng Green Industrial Summit 2026
30 July 2026 10:37 WIB
PT Semen Gresik perkuat sistem tanggap darurat lewat sertifikasi pemadam kebakaran
24 July 2026 15:03 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
KAI Daop IV siapkan layanan shuttle dari Kudus ke stasiun KA di Semarang
15 September 2026 22:55 WIB