Wonosobo (ANTARA) - Desa Lumajang, Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menggelar peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia sebagai upaya mengajak masyarakat agar secara disiplin mencuci tangan dengan sabun di tengah pandemi COVID-19.

Kades Lumajang Waluyo Utomo di Wonosobo, Selasa, menyampaikan peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia yang dihadiri Muspika dan Dinas Kesehatan ini dapat membawa dampak positif dalam upaya mengajak masyarakat berdisiplin mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas.

Ia mengatakan Desa Lumajang pernah menjadi desa teladan PKK tingkat kecamatan tahun 2010, untuk itu diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menggugah kembali kepada kader PKK dan masyarakat Lumajang untuk selalu mencuci tangan dengan sabun agar sehat terhindar dari COVUD-19.

Camat Watumalang Abu Yamin menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Lumajang yang telah menyelenggarakan Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia.

"Kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengikutinya, karena saat ini di dunia sedang mengalami pandemi COVID-19. Salah satu cara mengatasi virus tersebut adalah dengan sering mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir, sehingga dengan kegiatan ini bisa membantu percepatan pemutusan mata rantai penyebaran virus corona.

Ia menuturkan kegiatan mencuci tangan dengan sabun di tempat air yang mengalir ini sangatlah baik. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan mencuci tangan, yaitu semakin sering mencuci tangan maka tidak mudah terserang penyakit salah satunya adalah penyakit perut.

Danramil 02/Watumalang yang diwakili Batuud Peltu Darmadi menyampaikan saat ini warga Wonosobo yang terpapar COVID-19 sudah mencapai 1.100 orang, termasuk didalamnya dari kecamatan Watumalang.

Oleh karena itu, agar angka ini tidak semakin meningkat maka protokol kesehatan harus disiplin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Mencuci tangan dengan sabun seperti hari ini sebenarnya sudah sering kita lakukan hanya saja dalam penerapannya kita belum patuh sesuai aturan," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak kepada semua yang hadir mari bersama-sama kita gelorakan lagi budaya mencuci tangan dengan sabun setiap habis melakukan aktivitas.

"Kita ajak dari lingkungan kita, mulai dari diri kita sendiri, keluarga baru meningkat ke lingkungan sekitar kita," katanya.

Apalagi yang hadir di sini adalah para kader PKK dan tokoh masyarakat, jika semua bergerak bersama sama maka hasilnya akan signifikan.

"Jika budaya mencuci tangan dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia, maka saya berkeyakinan rumah sakit di Indonesia tidak akan sepenuh saat ini, itu artinya masyarakat sehat semua," katanya.

Ia menyampaikan jika masyarakat sehat, maka negara akan kuat.

"Berapa banyak kerugian negara jika warganya sakit, dana yang seharusnya bisa untuk membangun hanya digunakan untuk beli obat. Waktu yang seharusnya digunakan beraktivitas, karena sakit hanya berbaring di tempat tidur," katanya.

Baca juga: Hanya separuh masyarakat Indonesia lakukan cuci tangan dengan benar

Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024