Purwokerto (ANTARA) - Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono optimistis ratusan santri dari salah satu pondok pesantren di Kelurahan Purwanegara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang terkonformasi positif COVID-19 akan segera sembuh.
"Saya yakin ini sudah pada sembuh kok, itu (santri, red.) OTG-OTG (Orang Tanpa Gejala) yang masih muda itu sembuh. Lha Pak Bupati dan saya yang khawatirkan itu bukan santri-santrinya yang masih muda tetapi kiainya, pengasuh pondoknya yang sudah berumur atau yang punya kormobid, penyakit bawaan itu saja," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.
Bahkan, kata dia, sejumlah santri yang menjalani isolasi di tiga rumah karantina di Baturraden sudah mulai pulang karena telah dinyatakan sembuh.
Kendati demikian, pihaknya meminta untuk secepatnya dilakukan tes usap lanjutan terhadap para santri yang menjalani isolasi di Baturraden.
Dengan demikian ketika hasilnya dinyatakan negatif, kata dia, santri tersebut dipersilakan untuk pulang dari rumah karantina.
"Kemudian kalau di pondok pesantren sudah negatif semua, berarti terhitung tanggal 9 Oktober, kan terhitung 14 hari dari hari terakhir dilakukan 'swab' (tes usap, red.) itu sudah selesai 'lockdown'-nya (karantina setempat, red.)," katanya.
Untuk 11 santri dari salah satu pesantren di Grumbul Ciwarak, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang yang terkonfirmasi positif COVID-19, seluruhnya telah dinyatakan sembuh.
Wabup Sadewo Tri Lastiono mengakui klaster pesantren telah meningkatkan "positivity rate" kasus COVID-19 di Kabupaten Banyumas.
"Banyumas sebelum adanya klaster baru pesantren, 'positivity rate'-nya masih 2,5-2-6 persen, namun sekarang meningkat drastis menjadi 3,7 persen," katanya.
Dia mengatakan "positivity rate" tersebut masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang sebesar lima persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto mengatakan jumlah santri dari salah satu pesantren di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto, yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 bertambah tiga orang.
"Mereka selama ini menjalani isolasi di rumah karantina Baturraden. Dengan demikian, hingga saat ini sudah ada 86 santri (dari pesantren di Purwanegara) yang dinyatakan sembuh, baik yang menjalani isolasi di Baturraden maupun rumah sakit," katanya.
Hgga saat ini masih ada 17 santri yang menjalani perawatan di rumah sakit karena memiliki gejala COVID-19, sedangkan ratusan santri lainnya yang merupakan OTG masih menjalani isolasi di tiga rumah karantina yang berlokasi di Baturraden.
Dia menyebut ratusan santri tersebut masih menunggu tes usap lanjutan hingga akhirnya mereka dinyatakan sembuh dari COVID-19 dengan hasil negatif.
Sebelumnya, Dinkes Banyumas telah melakukan tes usap terhadap 631 orang di pesantren Purwanegara dan hasilnya sudah keluar semua, yakni 328 orang terkonfirmasi positif.
Dari jumlah tersebut, 120 santri diketahui memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Banyumas, sedangkan sisanya berasal dari luar daerah.
Berdasarkan data di laman covid19.banyumaskab.go.id per tanggal 8 Oktober 2020, pukul 14.14 WIB, jumlah warga Banyumas yang terkonfirmasi positif COVID-19 sejak terjadinya pandemi hingga saat ini 602 orang.
Dari jumlah tersebut, 348 orang dinyatakan sembuh, 204 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 38 orang menjalani isolasi mandiri, dan 12 orang meninggal dunia.
"Saya yakin ini sudah pada sembuh kok, itu (santri, red.) OTG-OTG (Orang Tanpa Gejala) yang masih muda itu sembuh. Lha Pak Bupati dan saya yang khawatirkan itu bukan santri-santrinya yang masih muda tetapi kiainya, pengasuh pondoknya yang sudah berumur atau yang punya kormobid, penyakit bawaan itu saja," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.
Bahkan, kata dia, sejumlah santri yang menjalani isolasi di tiga rumah karantina di Baturraden sudah mulai pulang karena telah dinyatakan sembuh.
Kendati demikian, pihaknya meminta untuk secepatnya dilakukan tes usap lanjutan terhadap para santri yang menjalani isolasi di Baturraden.
Dengan demikian ketika hasilnya dinyatakan negatif, kata dia, santri tersebut dipersilakan untuk pulang dari rumah karantina.
"Kemudian kalau di pondok pesantren sudah negatif semua, berarti terhitung tanggal 9 Oktober, kan terhitung 14 hari dari hari terakhir dilakukan 'swab' (tes usap, red.) itu sudah selesai 'lockdown'-nya (karantina setempat, red.)," katanya.
Untuk 11 santri dari salah satu pesantren di Grumbul Ciwarak, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang yang terkonfirmasi positif COVID-19, seluruhnya telah dinyatakan sembuh.
Wabup Sadewo Tri Lastiono mengakui klaster pesantren telah meningkatkan "positivity rate" kasus COVID-19 di Kabupaten Banyumas.
"Banyumas sebelum adanya klaster baru pesantren, 'positivity rate'-nya masih 2,5-2-6 persen, namun sekarang meningkat drastis menjadi 3,7 persen," katanya.
Dia mengatakan "positivity rate" tersebut masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang sebesar lima persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto mengatakan jumlah santri dari salah satu pesantren di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto, yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 bertambah tiga orang.
"Mereka selama ini menjalani isolasi di rumah karantina Baturraden. Dengan demikian, hingga saat ini sudah ada 86 santri (dari pesantren di Purwanegara) yang dinyatakan sembuh, baik yang menjalani isolasi di Baturraden maupun rumah sakit," katanya.
Hgga saat ini masih ada 17 santri yang menjalani perawatan di rumah sakit karena memiliki gejala COVID-19, sedangkan ratusan santri lainnya yang merupakan OTG masih menjalani isolasi di tiga rumah karantina yang berlokasi di Baturraden.
Dia menyebut ratusan santri tersebut masih menunggu tes usap lanjutan hingga akhirnya mereka dinyatakan sembuh dari COVID-19 dengan hasil negatif.
Sebelumnya, Dinkes Banyumas telah melakukan tes usap terhadap 631 orang di pesantren Purwanegara dan hasilnya sudah keluar semua, yakni 328 orang terkonfirmasi positif.
Dari jumlah tersebut, 120 santri diketahui memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Banyumas, sedangkan sisanya berasal dari luar daerah.
Berdasarkan data di laman covid19.banyumaskab.go.id per tanggal 8 Oktober 2020, pukul 14.14 WIB, jumlah warga Banyumas yang terkonfirmasi positif COVID-19 sejak terjadinya pandemi hingga saat ini 602 orang.
Dari jumlah tersebut, 348 orang dinyatakan sembuh, 204 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 38 orang menjalani isolasi mandiri, dan 12 orang meninggal dunia.