Jepara (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, bersama tim gabungan masih melakukan pencarian nelayan yang dinyatakan hilang sejak lima hari yang lalu di Perairan Kedung, Kecamatan Kedung, Jepara.

"Upaya pencarian nelayan asal Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, yang melibatkan Basarnas serta para nelayan hingga kini belum membuahkan hasil," kata Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Kusmiyanto di Jepara, Rabu.

Pencarian korban sendiri, dimulai sejak Selasa (8/9), kemudian dilanjutkan hari ini (9/9) dengan menyiapkan dua perahu karet.

Hanya saja, lanjut dia, perahu karet yang diturunkan baru satu karena masih menunggu tanda-tanda keberadaan korban baru akan diturunkan lagi.

Kronologis kejadiannya, berawal ketika pada Sabtu (5/9) pukul 05.00 WIB, korban berangkat melaut seorang diri dari Desa Karangaji menuju arah Karimunjawa.

"Hanya saja, hingga Senin (7/9) tidak diketahui keberadaannya dan belum kembali pulang ke rumahnya di Desa Karangaji," ujarnya.

Pencarian nelayan hilang bernama Muhtaren tersebut, kata dia, saat ini menuju wilayah Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara, karena di laut sedang terjadi angin timuran.

"Untuk cuaca laut saat ini, memang tidak terjadi ombak tinggi, namun tiupan anginnya cukup kencang," ujarnya.

Meskipun aktivitas di laut masih bisa dilakukan, nelayan diimbau untuk tetap waspada agar kasus kecelakaan laut tidak terjadi lagi.

Demi menjaga keselamatan selama melaut, nelayan juga diimbau untuk menggunakan jaket pelampung (life jacket) sehingga ketika tercebur ke laut karena terpeleset atau faktor lain maka peluang selamat masih cukup besar karena dirinya bisa mengapung lebih lama.

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Antarajateng
Copyright © ANTARA 2024