Semen Gresik berkomitmen jaga langit tetap biru
Minggu, 26 Juli 2020 13:58 WIB
Dua karyawan PT Semen Gresik mengayuh sepeda di area Pabrik Rembang yang hijau dan berlatar belakang langit biru. Semen Gresik berkomitmen menjalankan berbagai aktivitas perusahaan sesuai dengan regulasi pemerintah, berkelanjutan dan sekaligus ramah lingkungan. Dok. Semen Gresik
Rembang (ANTARA) - PT Semen Gresik berkomitmen menjalankan berbagai aktivitas perusahaan secara berkelanjutan, ramah lingkungan, dan sesuai dengan regulasi pemerintah.
Salah satu wujud komitmen itu dengan menjaga kualitas udara di lingkup perusahaan maupun desa-desa sekitar baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora tetap bersih dan sehat, kata Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Dharma Sunyata dalam siaran pers yang diterima di Semarang, Minggu.
Ia mengatakan sejak awal pembangunan, Pabrik Rembang memang didesain ramah lingkungan dan paling efisien di kawasan Asia Tenggara.
Berbagai teknologi mutakhir dalam dunia bisnis persemenan diterapkan di Pabrik Rembang. Salah satunya yakni kantong penyaring/bag filter atau fabric filter yang sangat efektif untuk menangkap debu.
Menurut Dharma Sunyata, kinerja unit pengendali pencemaran udara ini memang bisa diandalkan. Hasil pengukuran yang dilakukan lembaga yang sudah tersertifikasi Kementrian LHK menunjukkan jika emisi debu di kawasan perusahaan persemenan terkemuka ini dan desa-desa sekitar masih di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Proses pengukuran dilakukan di sejumlah titik pada proses produksi dalam lingkup PT Semen Gresik Pabrik Rembang selama 2 triwulan atau semester pertama tahun 2020.
Warga desa sekitar perusahaan beraktivitas di lokasi Edupark Semen Gresik yang terlihat hijau dan berlatar belakang langit biru. Semen Gresik berkomitmen menjalankan berbagai aktivitas perusahaan sesuai dengan regulasi pemerintah, berkelanjutan dan sekaligus ramah lingkungan. Dok. Semen Gresik
Dari sejumlah titik itu, emisi debu tercatat antara 1 - 6 mg/Nm3. Padahal berdasarkan Permen LHK No P.19/MenLHK/Setjen/KUM.1/2/2017 tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha dan atau Kegiatan Industri Semen, baku mutu yang ditetapkan sebesar 60 mg/Nm3.
“Sepanjang tahun 2019, hasil pengukuran emisi debu Pabrik Rembang juga di bawah baku mutu. Ini wujud nyata komitmen Semen Gresik menjaga langit tetap biru,” kata Dharma Sunyata, Sabtu (25/7/2020).
Tak hanya itu, hasil pengukuran debu jatuhan dan ambien kawasan desa-desa sekitar perusahaan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Proses pengukuran dilakukan di beberapa titik seperti halaman rumah warga Desa Timbrangan, Desa Pasucen, Desa Kadiwono, Desa Kajar (Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang) hingga Desa Ngampel Kecamatan Blora Kabupaten Blora.
Hasilnya juga di bawah baku mutu yang telah ditetapkan sesuai dengan SK Gub Jateng No 8 tahun 2001.
“Akhir tahun 2019, Semen Gresik meraih Sertifikat Industri Hijau dari Kementrian Perindustrian. Capaian ini akan terus kami tingkatkan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Penataan dan Penaatan PPLH Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Budi Priyanggodo mengatakan hingga kini tidak ada laporan, aduan atau keluhan dari masyarakat terkait aktivitas Semen Gresik.
Pihaknya memang mendorong kalangan perusahaan di Rembang agar memperhatikan urusan lingkungan hidup di sekitarnya. Baik terkait kualitas udara, air dan lain sebagainya.
"Itu harus jadi komitmen perusahaan. Industri harus ikut menjaga keberlangsungan fungsi lingkungan hidup," kata Budi seperti dikutip dalam siaran pers PT Semen Gresik. *** (KSM)
Salah satu wujud komitmen itu dengan menjaga kualitas udara di lingkup perusahaan maupun desa-desa sekitar baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora tetap bersih dan sehat, kata Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Dharma Sunyata dalam siaran pers yang diterima di Semarang, Minggu.
Ia mengatakan sejak awal pembangunan, Pabrik Rembang memang didesain ramah lingkungan dan paling efisien di kawasan Asia Tenggara.
Berbagai teknologi mutakhir dalam dunia bisnis persemenan diterapkan di Pabrik Rembang. Salah satunya yakni kantong penyaring/bag filter atau fabric filter yang sangat efektif untuk menangkap debu.
Menurut Dharma Sunyata, kinerja unit pengendali pencemaran udara ini memang bisa diandalkan. Hasil pengukuran yang dilakukan lembaga yang sudah tersertifikasi Kementrian LHK menunjukkan jika emisi debu di kawasan perusahaan persemenan terkemuka ini dan desa-desa sekitar masih di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Proses pengukuran dilakukan di sejumlah titik pada proses produksi dalam lingkup PT Semen Gresik Pabrik Rembang selama 2 triwulan atau semester pertama tahun 2020.
Warga desa sekitar perusahaan beraktivitas di lokasi Edupark Semen Gresik yang terlihat hijau dan berlatar belakang langit biru. Semen Gresik berkomitmen menjalankan berbagai aktivitas perusahaan sesuai dengan regulasi pemerintah, berkelanjutan dan sekaligus ramah lingkungan. Dok. Semen Gresik
Dari sejumlah titik itu, emisi debu tercatat antara 1 - 6 mg/Nm3. Padahal berdasarkan Permen LHK No P.19/MenLHK/Setjen/KUM.1/2/2017 tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha dan atau Kegiatan Industri Semen, baku mutu yang ditetapkan sebesar 60 mg/Nm3.
“Sepanjang tahun 2019, hasil pengukuran emisi debu Pabrik Rembang juga di bawah baku mutu. Ini wujud nyata komitmen Semen Gresik menjaga langit tetap biru,” kata Dharma Sunyata, Sabtu (25/7/2020).
Tak hanya itu, hasil pengukuran debu jatuhan dan ambien kawasan desa-desa sekitar perusahaan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Proses pengukuran dilakukan di beberapa titik seperti halaman rumah warga Desa Timbrangan, Desa Pasucen, Desa Kadiwono, Desa Kajar (Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang) hingga Desa Ngampel Kecamatan Blora Kabupaten Blora.
Hasilnya juga di bawah baku mutu yang telah ditetapkan sesuai dengan SK Gub Jateng No 8 tahun 2001.
“Akhir tahun 2019, Semen Gresik meraih Sertifikat Industri Hijau dari Kementrian Perindustrian. Capaian ini akan terus kami tingkatkan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Penataan dan Penaatan PPLH Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Budi Priyanggodo mengatakan hingga kini tidak ada laporan, aduan atau keluhan dari masyarakat terkait aktivitas Semen Gresik.
Pihaknya memang mendorong kalangan perusahaan di Rembang agar memperhatikan urusan lingkungan hidup di sekitarnya. Baik terkait kualitas udara, air dan lain sebagainya.
"Itu harus jadi komitmen perusahaan. Industri harus ikut menjaga keberlangsungan fungsi lingkungan hidup," kata Budi seperti dikutip dalam siaran pers PT Semen Gresik. *** (KSM)
Pewarta : KSM
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Semen Gresik kolaborasi bersama puluhan warga Desa Pasucen bersihkan aliran mata air Brubulan
16 September 2026 16:28 WIB
Dirut Semen Gresik dorong seluruh insan berinovasi guna menjawab tantangan masa depan
08 September 2026 18:22 WIB
Semen Gresik salurkan bantuan tanggap darurat bencana bagi korban gempa di Nagekeo NTT
28 August 2026 23:01 WIB
Semen Gresik raih TOP BRAND AWARDS 2026, bukti tetap menjadi pilihan masyarakat Indonesia
05 August 2026 16:15 WIB
Konsisten terapkan industri hijau, Semen Gresik sabet penghargaan Jateng Green Industrial Summit 2026
30 July 2026 10:37 WIB
PT Semen Gresik perkuat sistem tanggap darurat lewat sertifikasi pemadam kebakaran
24 July 2026 15:03 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Indeks Bisnis UMKM BRI Triwulan II 2026 tunjukkan ketahanan dan optimisme
17 September 2026 13:14 WIB
PLN pulihkan SUTET Padang Sidimpuan-Payakumbuh pascabencana hidrometeorologi
16 September 2026 21:06 WIB
Bengkel SMK Harapan Mulya Kabupaten Kendal mampu layani setidaknya 200 motor per bulan
16 September 2026 21:04 WIB
Adkasi: Menkeu baru diharapkan lebih komunikatif dengan pemerintah daerah
16 September 2026 20:57 WIB