Solo (ANTARA) - Stadion Manahan menjadi satu dari enam kandidat lokasi pertandingan Piala Dunia U-20 tahun depan sehingga Pemerintah Kota Surakarta selaku tuan rumah bakal menyiapkan lapangan pendukungnya.

"Kami sudah siapkan, di antaranya Stadion Sriwedari, Kotabarat, Banyuanyar, dan Lapangan Sriwaru," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Sabtu.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Surakarta juga menyiapkan lapangan cadangan yang diantaranya Lapangan Karangasem atau Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS).

Terkait perbaikan lapangan pendukung, FX Hadi Rudyatmo mengatakan saat ini menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Apalagi kepanitiaan yang diketuai Menpora Zainudin Amali sudah terbentuk.

Baca juga: Infrastruktur pendukung Stadion Manahan diharapkan siap sebelum 2021

"Tinggal kita tunggu saja, karena DED (detail enginering design) sudah ada semua. Untuk dananya juga dari Kementerian PUPR," kata FX Hadi Rudyatmo menambahkan.

Khusus untuk Stadion Manahan yang bakal menjadi lapangan utama, orang nomor satu di Surakarta itu menyatakan jika stadion yang belum lama direnovasi ini telah siap digunakan untuk kejuaraan bergengsi itu.

"Nanti kalau nggak hari Minggu ya tanggal 7 sore ada uji coba lapangan dan lampu," kata FX Hadi Rudyatmo menegaskan.

Sesuai hitungan kasar sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo menjelaskan anggaran renovasi lapangan pendukung Piala Dunia U-20 mencapai Rp80 miliar. Anggaran tersebut selain untuk mengganti rumput dan peresapan, juga digunakan untuk pengadaan fasilitas lain di antaranya untuk ruang ganti dan toilet.

Selain Stadion Manahan Solo, stadion yang diusulkan PSSI untuk pertandingan Piala Dunia U-20 adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung), Stadion Gelora Tomo (Surabaya), dan Stadion I Wayan Dipta (Gianyar).

Baca juga: Ini enam stadion untuk Piala Dunia U-20 tahun 2021 termasuk Manahan Solo
 

Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024