"Kami sampaikan apresiasi kepada keluarga di seluruh Tanah Air yang patuh dan disiplin menjalankan pesan tetap tinggal di rumah," kata Yuri dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Ahad.
Ia tidak menampik bahwa harus berkegiatan dan tetap produktif di dalam rumah bukanlah hal yang mudah untuk diimplementasikan, terlebih orang tua yang harus mendampingi anak-anak yang wajib belajar dari rumah.
Dia mengatakan keluarga merupakan basis pertama dari upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di masyarakat. Dengan menjaga keluarga dari rumah, juga membantu menghambat penyebaran virus corona baru ini.
Baca juga: Jubir: Masker untuk semua, mulai hari ini pakai masker saat di luar
Baca juga: Jubir: 164 sembuh dan 2.273 kasus positif COVID-19 di Indonesia
Baca juga: Orang tanpa gejala berpotensi tularkan COVID-19
"Keluarga adalah basis dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini. Oleh karena itu manfaatkan waktu yang sebaik-baiknya untuk dua hal utama ini," kata Yuri.
Hal pertama yang dapat dilakukan keluarga, khususnya orang tua dengan memberikan suasana gembira di rumah, manfaatkan waktu untuk tetap menjaga imunitas dengan tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan fisik yang bermanfaat.
Kedua, mengendalikan emosi, menyajikan makanan yang sehat dan bergizi, dan beribadah serta berkomunikasi intens dengan keluarga seluruhnya di samping tetap masih harus aktif, produktif meskipun dari rumah.
"Harapan kita, semakin banyak keluarga yang sehat, kita yakini masyarakat semakin kuat," kata Yuri.
"Tetap ikuti berita, ikuti perkembangan, dan lakukan edukasi yang baik dengan seluruh anggota keluarga. Banyak informasi yang bisa kita dapatkan untuk mendapatkan itu semua," ujarnya melanjutkan.
Yuri kembali meminta perantau untuk menunda pulang ke kampung halaman demi mencegah penyebaran virus. "Lebih baik menunda kegiatan di luar rumah, jangan bepergian, dan berkomunikasi menggunakan jaringan telekomunikasi yang dimiliki,"
"Kita harus melindungi siapa pun, termasuk saudara di kampung, dan siapapun yang kita kasihi. Disiplin, dan kebersamaan ini penting. Kita bisa menjadi pahlawan untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat," katanya.*
Baca juga: Kasus meninggal bertambah jadi dorongan kuat putus penyebaran COVID-19
Baca juga: Pelaksanaan PSBB harus disertai evaluasi
Baca juga: Gugus Tugas COVID berharap protokol PSBB selesai Kamis malam
Pemerintah apresiasi keluarga Indonesia yang disiplin tinggal di rumah
Minggu, 5 April 2020 17:44 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto pada pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Minggu (5/4/2020) (ANTARA/Desi Purnamawati)
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengapresiasi seluruh keluarga Indonesia yang patuh dan disiplin menjalankan pesan untuk tetap tinggal di rumah.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Update COVID-19 di Indonesia: 46.977 pasien sembuh, dan 88.214 kasus positif
20 July 2020 16:40 WIB, 2020
Update COVID-19 di Indonesia: 45.401 pasien sembuh, dan 86.521 kasus positif
19 July 2020 16:10 WIB, 2020
Pasien sembuh COVID-19 di Indonesia 43.268 orang, dan 84.882 kasus positif
18 July 2020 16:29 WIB, 2020
Update COVID-19 di Indonesia: 39.050 pasien sembuh, 80.094 kasus positif
15 July 2020 16:36 WIB, 2020
Update COVID-19 di Indonesia: 36.686 sembuh, 3.656 meninggal, dan 76.981 positif
13 July 2020 16:54 WIB, 2020
Update COVID-19 di Indonesia: 34.719 pasien sembuh, 74.018 kasus positif
11 July 2020 17:17 WIB, 2020
Update COVID-19 di Indonesia: 70.736 kasus positif, 32.651 pasien sembuh
09 July 2020 17:27 WIB, 2020
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
FKG UMS perkenalkan aplikasi "GigiMu" sebagai inovasi edukasi kesehatan gigi anak
04 May 2026 8:11 WIB