Pekalongan (ANTARA) - PT Pertamina akan menambah suplai elpiji bersubsidi sebesar 2 persen atau 256 tabung elpiji dari alokasi sekitar 12.800 tabung per hari di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Sales Executive Elpiji PT Pertamina Sandi Rahadian di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa masyarakat Kota Pekalongan tidak perlu panik terkait kondisi sulitnya mendapat gas elpiji kemasan tiga kilogram karena Pertamina akan kembali menambah alokasi bahan yang mudah terbakar itu sebanyak 2 persen.

"Yang terjadi saat ini bukan merupakan kelangkaan (elpiji) namun kenaikan permintaan masyarakat di sejumlah wilayah sehingga stok elpiji 3 kilogram cepat habis," katanya.


Baca juga: Elpiji subsidi ditemukan salah sasaran di Temanggung

Ia mengatakan Pertamina tidak melakukan pengurangan alokasi elpiji namun justru melakukan penambahan barang yang mudah terbakar tersebut sejak awal Agustus 2019.

"Penambahan alokasi elpiji bersubsidi sudah kami lakukan sejak awal Agustus 2019. Namun, dengan meningkatnya masyarakat terhadap elpiji maka kami kembali menambah alokasi sebanyak 2 persen dari alokasi harian," katanya.

Menurut dia, penyebab terjadinya kelangkaan elpiji kemasan 3 kilogram ini karena momentum hari besar yang terjadi secara berurutan ditambah banyaknya masyarakat yang menggelar hajatan.

"Sebenarnya kami sudah memprediksi kondisi ini dan sudah melakukan penambahan pada awal Agustus 2019. Namun, karena permintaannya tinggi akhirnya terjadi kekurangan di sejumlah wilayah," katanya.

Kendati demikian, tambah dia, PT Pertamina berkomitmen terus menjamin ketersediaan elpiji bersubsidi tersebut.

Baca juga: Berani oplos elpiji, Pertamina bakal gulung agen maupun pangkalan

Pewarta : Kutnadi
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024