Kupang (ANTARA) - Petinju Indonesia Tibo mengatakan bahwa gelar juara dunia kelas terbang versi International Boxing Organization (IBO) yang diperolehnya usai mengalahkan petinju Australia Omari Kimweri adalah doa yang terkabul.

"Terima kasih kepada Tuhan Yesus, karena doa dan harapan saya sejak kecil akhirnya terkabul semalam," katanya ketika ditanya seputar kemenangannya dalam pergelaran kejuaraan tinju dunia yang disaksikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Imam Nahrawi, saat ditemui di Kupang, Senin.

Laga tinju melawan petinju Australia Omari Kimweri menjadi laga puncak dan menjadi laga terpanas karena laga tersebut adalah laga perebutan gelar juara dunia.

Baca juga: Daud Yordan Pindah ke WBO

Tibo mengatakan bahwa gelar juara yang diperolehnya tersebut dipersembahkan kepada seluruh masyarakat NTT yang sudah mendukung penuh dirinya saat laga berlangsung.

"Sabuk gelar juara dunia ini ingin saya persembahkan kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTT yang semalam menyaksikan langsung dan memberikan dukungan serta doa saat saya bertarung," ujar dia.

Ia mengaku saat laga berlangsung dalam benaknya hanya memikirkan untuk menjadi juara dunia, sehingga saat dirinya sudah mengalami pendarahan di pelipis, dirinya tetap berjuang.

Baca juga: IOC rekomendasikan tinju Olimpiade Tokyo 2020

"Di benak saya hanya ingin menjadi juara dunia. Jadi saya tidak memikirkan lagi luka yang ada di pelipis saya, apalagi itu hanya karena benturan yang diakibatkan oleh kepala lawan saya," tutur Tibo.

Lebih lanjut, Tibo mengatakan, untuk mengalahkan Omari ia sudah mempersiapkan diri selama dua bulan lebih.

Pelatih Tibo,  Armin Tan menyiapkan program-program khusus sehingga membuat dirinya berhasil menjadi juara dunia.

Tibo menang angka setelah tiga hakim memberikan angka kemenangan masing-masing hakim Jerrold Tomeldan memberi nilai 114-113, hakim Kriangsak Thonghong 116-111 dan hakim Cherdchai Srirat 118-110.
 

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024