Kementerian Kominfo gandeng generasi milenial turunkan prevalensi kekerdilan
Selasa, 2 Juli 2019 14:16 WIB
Kepala Sub Direktorat Informasi Komunikasi Sosial Direktorat Informasi Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sarjono saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (2/7). (ANTARA/Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menggandeng generasi milenial menurunkan prevalensi kekerdilan di kalangan masyarakat melalui Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (GenBest).
"Targetnya untuk mempersiapkan bonus demografi 2030 kita harus siapkan generasi milenial. Ini untuk mencegah SDM yang tidak kompeten ketika menghadapi bonus demografi. Pemerintah tidak ingin SDM mundur sebelum persaingan global karena kalah kompetisi akibat 'stunting' (kekerdilan)," kata Kepala Sub Direktorat Informasi Komunikasi Sosial Direktorat Informasi Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkominfo Sarjono pada sosialisasi kegiatan itu di Hotel Galuh, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa.
Selain itu, pihaknya berharap, generasi muda bisa sebagai pelopor bagi sekitarnya agar bisa melakukan gerakan masif tentang bagaimana melakukan pola hidup bersih dan sehat.
Ia mengatakan penurunan prevalensi kekerdilan menjadi fokus pemerintah karena saat ini jumlah penderita masih mencapai 30,8 persen atau tiga dari 10 balita di Indonesia menderita kekerdilan.
Ia mengatakan langkah tersebut untuk memenuhi hasil rapat terbatas kementerian bahwa dalam intervensi kekerdilan Kementerian Komunikasi dan Informatika mendapat tugas untuk melakukan kampanye tentang pola hidup bersih dan sehat.
"Di samping itu juga melakukan kampanye sadar gizi. Kami sadar untuk 'stunting' ini kan tidak mungkin hanya ditangani satu kementerian. Harus melibatkan beberapa kementerian salah satunya Kominfo," katanya.
Ia mengatakan pemenuhan tugas tersebut mengacu pada Inpres Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik.
"Salah satu tugas kami adalah melakukan koordinasi kepada kementerian/lembaga bersama-sama menyusun narasi tunggal untuk mengusung kebijakan pemerintah agar selanjutnya disebarkan kepada masyarakat melalui kanal media yang kami miliki," katanya.
Klaten dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena kabupaten tersebut merupakan satu di antara 60 kabupaten dan kota prioritas kekerdilan 2019.
"Di kabupaten ini mencakup 10 desa prioritas, yaitu Sanggrahan, Randusari, Titang, Sumyang, Ngaren, Butuhan, Keprabon, Tibayan, dan Gemblengan," katanya.
Baca juga: Kementerian Kominfo tak batasi akses bila medsos kondusif
"Targetnya untuk mempersiapkan bonus demografi 2030 kita harus siapkan generasi milenial. Ini untuk mencegah SDM yang tidak kompeten ketika menghadapi bonus demografi. Pemerintah tidak ingin SDM mundur sebelum persaingan global karena kalah kompetisi akibat 'stunting' (kekerdilan)," kata Kepala Sub Direktorat Informasi Komunikasi Sosial Direktorat Informasi Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkominfo Sarjono pada sosialisasi kegiatan itu di Hotel Galuh, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa.
Selain itu, pihaknya berharap, generasi muda bisa sebagai pelopor bagi sekitarnya agar bisa melakukan gerakan masif tentang bagaimana melakukan pola hidup bersih dan sehat.
Ia mengatakan penurunan prevalensi kekerdilan menjadi fokus pemerintah karena saat ini jumlah penderita masih mencapai 30,8 persen atau tiga dari 10 balita di Indonesia menderita kekerdilan.
Ia mengatakan langkah tersebut untuk memenuhi hasil rapat terbatas kementerian bahwa dalam intervensi kekerdilan Kementerian Komunikasi dan Informatika mendapat tugas untuk melakukan kampanye tentang pola hidup bersih dan sehat.
"Di samping itu juga melakukan kampanye sadar gizi. Kami sadar untuk 'stunting' ini kan tidak mungkin hanya ditangani satu kementerian. Harus melibatkan beberapa kementerian salah satunya Kominfo," katanya.
Ia mengatakan pemenuhan tugas tersebut mengacu pada Inpres Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik.
"Salah satu tugas kami adalah melakukan koordinasi kepada kementerian/lembaga bersama-sama menyusun narasi tunggal untuk mengusung kebijakan pemerintah agar selanjutnya disebarkan kepada masyarakat melalui kanal media yang kami miliki," katanya.
Klaten dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena kabupaten tersebut merupakan satu di antara 60 kabupaten dan kota prioritas kekerdilan 2019.
"Di kabupaten ini mencakup 10 desa prioritas, yaitu Sanggrahan, Randusari, Titang, Sumyang, Ngaren, Butuhan, Keprabon, Tibayan, dan Gemblengan," katanya.
Baca juga: Kementerian Kominfo tak batasi akses bila medsos kondusif
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS selar sosialisasi public speaking bagi remaja Desa Parakan
20 February 2026 17:51 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit sosialisasikan manfaat program ke nelayan Demak
13 February 2026 17:08 WIB
Sosialisasi parenting mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong sinergi orang tua dan sekolah dalam mendidik anak
12 February 2026 18:07 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS gelar sosialisasi literasi hoaks di Kelurahan Langkai Palangka Raya
07 February 2026 14:46 WIB
BPSPL Pontianak sosialisasi hasil COP CITES ke-20 ke pelaku usaha di Jateng
02 February 2026 19:02 WIB