Magelang (Antaranews Jateng) - Kebijakan Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah terkait dengan pengembangan inovasi di bidang kesehatan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan kepada masyarakat setempat, kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.
    
"Melalui inovasi bidang kesehatan tidak lepas dari upaya untuk layanan kesehatan kepada masyarakat yang optimal," katanya dalam keterangan tertulis di Magelang, Kamis.
    
Ia mengatakan hal itu terkait dengan penghargaan "Walikota Entrepreneur Award 2018" untuk kategori kesehatan yang diterimanya bersamaan dengan pelaksanaan Innovation Network of Asia (INA) Apeksi Award 2018 di Jakarta, Rabu (5/12) malam.
    
Saat penerimaan penghargaan itu, Wali Kota Sigit diwakili Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, sedangkan penyerahan penghargaan dilakukan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo.
    
Sigit mengatakan penghargaan "Walikota Entrepreneur Award 2018" itu menjadi motivasi dirinya untuk terus memberikan hal yang terbaik bagi kemajuan Kota Magelang, terutama dalam pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat.
    
Ia mengatakan bahwa wujud komitmen pemerintah dalam bidang kesehatan, di antaranya dengan terus melengkapi fasilitas di rumah sakit maupun puskesmas, serta status rumah sakit dan puskesmas yang kini telah beralih menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
    
"Ini adalah wujud komitmen agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa optimal. Status BLUD juga menunjukkan bahwa rumah sakit sudah mandiri, bisa mengelola dan mengatur manajemen dengan baik," katanya.
    
Terkait dengan upaya preventif penanggulangan penyakit, terutama pada musim hujan, ia mengatakan bahwa jajaran kesehatan di daerah itu terus mengampanyekan pentingnya gerakan hidup bersih dan sehat pada setiap kesempatan.
    
"Ini sebagai upaya agar masyarakat sadar bahwa pola hidup bersih dan sehat itu penting," kata dia.
    
Chairman MarkPlus Inc yang juga salah satu Tri-Founder Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PK CAM) Hermawan Kertajaya menjelaskan penghargaan itu sebagai apresiasi kepada kepala daerah dari aspek inovasi, kreasi, dan "entrepreneurship" dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, seperti kemiskinan, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pariwisata, perdagangan, dan peningkatan investasi.
    
Penilaian dan seleksi terhadap penerima penghargaan itu melibatkan International Council for Small Business (ICSB), PK CAM, APPSI (Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia), Apkasi (Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia), dan Apeksi (Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia).
    
"Daerah pemenang bukan berasal dari daerah yang sedang menghadapi kasus hukum, minimal mencapai status tinggi dalam penilaian kinerja oleh Kementerian Dalam Negeri dan kepala daerah memiliki kewajaran masa jabatan," katanya. 


 

Pewarta : Hari
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024